Desa Ngela Didampingi Yayasan Asarasa

  • 06 Feb 2026 11:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pengembangan desa wisata berbasis adat dan budaya terus diperkuat sebagai strategi mendorong pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Desa Wisata Adat Ngela, Kecamatan Wolowaru, menjadi salah satu desa yang mendapat pendampingan khusus dari Yayasan Asarasa Indonesia.

Dinas Pariwisata Kabupaten Ende menyambut baik kolaborasi tersebut yang dibahas dalam audiensi antara Yayasan Asarasa Indonesia dan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Rabu, 4 Februari 2026.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Patricia Diana Benggu, mengatakan audiensi membahas visi, misi, serta rencana program pendampingan Yayasan Asarasa Indonesia di Desa Wisata Adat Ngela. Pemerintah daerah mengapresiasi keputusan yayasan memilih Desa Ngela sebagai lokus kegiatan.

Menurut Diana, Desa Ngela terpilih dari ribuan desa di Indonesia untuk mendapatkan pendampingan selama tiga tahun, terhitung mulai 2026 hingga 2028. Hal tersebut dinilai sebagai peluang strategis bagi pengembangan pariwisata daerah berbasis kearifan lokal.

Dinas Pariwisata Kabupaten Ende menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Yayasan Asarasa Indonesia, termasuk dukungan penyediaan data, informasi, serta keterlibatan dalam pelaksanaan program di lapangan.

Ia menjelaskan, program pendampingan mencakup peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan bahasa Inggris serta penguatan kerajinan tenun ikat sebagai produk ekonomi kreatif unggulan desa.

Selain itu, Yayasan Asarasa Indonesia juga akan mendukung perluasan akses pasar produk tenun ikat Desa Ngela agar dapat menjadi cendera mata khas bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Diana menambahkan, pemilihan Desa Ngela dilakukan berdasarkan hasil survei dan penelitian yang telah dilakukan yayasan sejak 2024. Potensi budaya, kekuatan adat, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi pertimbangan utama.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat berjalan sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ende, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan nilai budaya dan kelestarian adat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....