Pajak Galian Naik, Harga Pasir Sikka Melonjak

  • 05 Feb 2026 06:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Harga pasir di Kabupaten Sikka mengalami kenaikan signifikan seiring penerapan pajak galian golongan C sebesar 25 persen oleh pemerintah daerah.

Kenaikan harga tersebut disampaikan sejumlah penambang pasir di lokasi Watu Tena, Desa Lepo Lima, Kecamatan Alok Timur, Senin, 26 Januari 2026.

Salah seorang penambang pasir, Nong, mengatakan harga jual pasir di tingkat tambang kini mencapai sekitar Rp400.000 per reit. Menurutnya, lonjakan harga tidak terlepas dari beban pajak galian yang baru diberlakukan.

“Sebelumnya harga pasir berkisar Rp250.000 sampai Rp300.000 per reit. Setelah pajak naik, kami menyesuaikan harga agar biaya operasional tetap tertutupi,” ujarnya.

Nong menyebutkan usaha penambangan yang dijalankannya telah mengantongi izin resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengklaim jumlah penambang pasir berizin di Kabupaten Sikka masih terbatas.

Menurutnya, informasi harga di tingkat tambang perlu diketahui masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Penetapan harga Rp400.000 per reit dinilai sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan pajak daerah.

Terkait harga jual pasir ke konsumen akhir, Nong menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangannya sebagai penambang. Ia juga mendorong penertiban penambang ilegal agar tercipta persaingan usaha yang sehat.

“Jika masih ada penambang liar, itu menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkannya sesuai aturan,” katanya.

Pantauan RRI di lokasi tambang menunjukkan petugas Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengambilan pasir oleh truk pengangkut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penambangan tercatat sebagai objek pajak daerah.

Salah seorang petugas Dispenda menyebutkan pencatatan jumlah truk merupakan bagian dari upaya pengamanan penerimaan daerah. “Kami mencatat setiap kendaraan yang mengambil pasir sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....