Tragedi Anak Ngada: Gubernur Tekankan Perlindungan Sosial Maksimal

  • 05 Feb 2026 00:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan duka mendalam atas wafatnya seorang anak berusia 10 tahun di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada. Kejadian ini memicu keprihatinan luas karena anak tersebut meninggal hanya karena tidak memiliki buku dan bolpoin untuk sekolah.

Gubernur menegaskan, peristiwa ini bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi cermin kegagalan bersama dalam perlindungan sosial. “Ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Tidak boleh ada anak-anak di NTT yang terabaikan hanya karena keterbatasan akses pendidikan dan kebutuhan dasar,” tulis Gubernur dalam akun Instagram resminya.

Emanuel Melkiades menekankan bahwa semua pihak—Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada, serta unsur agama dan budaya—harus memastikan tragedi serupa tidak terulang. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemkab Ngada untuk pemakaman layak, pendampingan keluarga, pemulihan trauma, serta bantuan rumah layak huni.

“Semua perangkat sosial harus diaktifkan secara maksimal. Mari saling menjaga, peduli, dan hadir untuk sesama. NTT harus menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua,” tegas Gubernur.

Pemprov NTT juga menegaskan komitmen memperkuat sistem pengaman sosial, pendataan warga miskin, serta mekanisme respons cepat lintas sektor agar seluruh anak-anak dan keluarga rentan mendapat perhatian penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....