Asarasa Audiensi Dinas Pariwisata Perkuat Desa Wisata Nggela

  • 04 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Yayasan Asarasa Indonesia melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende untuk memperkuat kolaborasi pengembangan Desa Wisata Adat Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 4 Februari 2026.

Audiensi tersebut menjadi forum perkenalan sekaligus pemaparan visi, misi, dan rencana program kerja Asarasa Indonesia selama tiga tahun ke depan. Yayasan menyatakan komitmen mendukung pengembangan pariwisata berbasis adat, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

CEO Asarasa Indonesia, Darama, menjelaskan pendekatan program yang dijalankan bersifat kolaboratif dan partisipatif. Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pariwisata nasional, termasuk penguatan wisata domestik.

“Kami ingin hadir sebagai mitra masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun potensi desa wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Mohamad Sahab H.S., S.H., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pengembangan desa wisata adat membutuhkan sinergi berbagai pihak agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan tokoh adat, pemerintah desa, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), termasuk pemetaan potensi dan penentuan prioritas program yang selaras dengan pemanfaatan dana desa.

“Pembangunan desa wisata tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat melalui prinsip 5A pariwisata dan penguatan nilai budaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Patricia Diana Mbenggu, S.Sos., M.M., menyatakan dukungan terhadap kehadiran Asarasa Indonesia di Desa Adat Nggela. Ia berharap pengembangan wisata adat di Nggela dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Ende.

Ia menambahkan pengelolaan desa wisata berada dalam kewenangan pemerintah desa, sehingga perlu pemenuhan sejumlah kriteria agar pengembangan destinasi berjalan optimal. Dinas Pariwisata, lanjutnya, siap memberikan pendampingan sesuai kewenangan yang ada.

Audiensi dihadiri pejabat dan staf Dinas Pariwisata dari bidang destinasi, kelembagaan, promosi dan pemasaran, industri pariwisata, serta sekretariat. Kedua pihak sepakat membuka ruang kemitraan dan pendampingan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata adat Desa Nggela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....