Kemiskinan Picu Migrasi Tidak Aman di NTT

  • 03 Feb 2026 18:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Kemiskinan masih menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan migrasi tidak aman. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya kasus perdagangan orang karena banyak pekerja berangkat tanpa prosedur dan dokumen resmi.

Koordinator Zero Human Trafficking Network Indonesia, Romo Agus Duka SVD, mengatakan sebagian besar kasus human trafficking bermula dari migrasi tanpa dokumen sebagai jalan cepat keluar dari tekanan ekonomi. Menurutnya, pekerja yang berangkat secara nonprosedural tidak memiliki perlindungan hukum dan rentan dieksploitasi.

“Kita diberi tanggung jawab berlebih, tapi tidak mempunyai hak, karena kita tidak mempunyai dokumen yang jelas,” ujar Romo Agus saat diwawancarai RRI, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan pemerintah dan gereja tidak melarang masyarakat mencari pekerjaan, termasuk ke luar negeri. Namun, keberangkatan harus melalui jalur resmi agar keselamatan dan hak pekerja terlindungi.

Romo Agus menyebut keterbatasan lapangan kerja di daerah turut memperkuat keputusan masyarakat untuk merantau. Dalam kondisi kebutuhan ekonomi yang mendesak, risiko kerap diabaikan.

Ia mengingatkan, migrasi tidak aman sering berujung pada kekerasan dan perdagangan orang. Karena itu, edukasi publik serta peningkatan kesadaran tentang prosedur kerja resmi dinilai penting untuk menekan kasus tersebut.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....