Trash Hero Soroti Krisis Sampah Kota Ende

  • 03 Feb 2026 10:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Komunitas lingkungan Trash Hero Ende menyoroti krisis sampah plastik yang kian mengancam lingkungan dan meningkatkan risiko bencana di wilayah Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Trash Hero Ende, Berdi Saputra, dalam Diskusi Pro Dua RRI Ende yang digelar Rabu, 28 Januari 2026. Diskusi tersebut membahas peran komunitas sipil dalam edukasi publik serta mitigasi bencana lingkungan akibat perilaku manusia atau bencana antropogenik.

Berdi menjelaskan Trash Hero merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Di Ende, komunitas ini secara rutin menggelar aksi bersih pantai mingguan di kawasan Pantai Kota Raja dan telah mencatat hingga 249 kali aksi bersih.

Menurutnya, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik menjadi pemicu bencana nonalam. Di Kota Ende, kebiasaan membuang sampah sembarangan kerap menyumbat drainase dan menyebabkan genangan hingga banjir saat hujan lebat berkepanjangan.

Selain itu, Berdi mengingatkan bahaya pembakaran sampah plastik yang dapat melepaskan zat beracun ke udara dan membahayakan kesehatan masyarakat. Ia mencontohkan tragedi ledakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah sebagai peringatan serius tentang bahaya akumulasi gas metana dari sampah yang tertimbun dalam jangka panjang.

Sebagai langkah solusi, Trash Hero mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Generasi muda diajak membiasakan penggunaan botol minum isi ulang dan tas belanja ramah lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Berdi menegaskan krisis sampah tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah dinilai penting untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas di masa depan.

Ia juga mengajak anak muda menjadi pionir perubahan perilaku lingkungan. “Jika tidak ditangani dari sekarang, dampak krisis plastik akan paling berat dirasakan generasi mendatang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....