Penduduk Ende Semester I 2025 Capai 285 Ribu Jiwa

  • 02 Feb 2026 12:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Jumlah penduduk Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada semester I tahun 2025 tercatat sebanyak 285.752 jiwa berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri per 30 Juni 2025.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende, Syarul Yahya, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Honorius B, mengonfirmasi data tersebut. Ia menyebutkan, jumlah penduduk Ende terdiri atas 139.346 laki-laki dan 146.506 perempuan.

Honorius menjelaskan, ratusan ribu penduduk tersebut tersebar di 21 kecamatan serta 278 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Ende. Sebaran penduduk ini mencerminkan karakter geografis Ende yang luas dengan pola permukiman yang beragam.

Menurutnya, data kependudukan untuk semester II tahun 2025 hingga kini masih menunggu rilis resmi dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah daerah belum dapat menyampaikan angka terbaru sebelum proses konsolidasi data nasional selesai.

Ia menambahkan, setiap tahun selalu terjadi perubahan jumlah penduduk di Kabupaten Ende. Perubahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti pengurusan akta kelahiran, akta kematian, serta mobilitas penduduk masuk dan keluar daerah.

Honorius menegaskan, perhitungan jumlah penduduk secara nasional dilakukan oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri berdasarkan input data dari daerah. Selanjutnya, Dinas Dukcapil kabupaten bertugas menerbitkan dokumen administrasi kependudukan sesuai hasil pemutakhiran data tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Dukcapil Ende terus melakukan sosialisasi pentingnya administrasi kependudukan kepada masyarakat. Namun sepanjang tahun 2025, kegiatan sosialisasi dan pelayanan di tingkat kecamatan belum berjalan optimal akibat keterbatasan anggaran.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunda pengurusan dokumen kependudukan. Kelengkapan administrasi dinilai penting karena berpengaruh terhadap akurasi data penduduk serta akses layanan publik, termasuk jaminan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....