Pementasan Kolosal Seminaris, Gubernur Ajak Maknai Panggilan Imamat
- 01 Feb 2026 18:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Pementasan Kolosal Seni Teater, Vokal, dan Musik yang dipersembahkan siswa Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu–Mataloko, Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Cendana Kupang ini mengusung tema “Misteri di Balik Jubah Putih”.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan pementasan tersebut tidak sekadar pertunjukan seni, melainkan media refleksi iman tentang makna panggilan imamat. Menurutnya, jalan menuju imamat adalah perjalanan penuh misteri, pergulatan batin, kesetiaan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Ia menjelaskan, jubah putih yang menjadi simbol utama pementasan merepresentasikan kesiapsediaan hidup dalam kesucian, pengabdian, dan pelayanan. Nilai-nilai itu, kata dia, sejalan dengan sabda Yesus dalam Injil Yohanes 15:16 tentang panggilan dan perutusan.
Gubernur juga mengulas sejarah panjang Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu–Mataloko yang didirikan pada 2 Februari 1926 di Sikka oleh Pater Fransiskus Cornelissen, SVD, atas prakarsa Mgr. Vestraelen, SVD. Seminari ini kemudian dipindahkan ke Mataloko dan diresmikan pada 15 September 1929.
Sejak berdiri, seminari tersebut telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah sebagai imam, tokoh masyarakat, serta pemimpin di berbagai bidang. Gubernur Melki menyebut lembaga ini sebagai salah satu seminari tertua di NTT dengan kontribusi besar bagi Gereja dan pembangunan sosial.
Dalam pembinaan calon imam, seminari menghidupi semangat Lima S, yakni Sanctitas, Sanitas, Scientia, Sapientia, dan Socialitas. Nilai-nilai ini dinilai membentuk pribadi seminaris secara utuh, baik secara rohani, intelektual, maupun sosial.
Gubernur Melki menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendukung keberlanjutan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan calon imam. Ia juga berpesan agar para seminaris terus mengembangkan talenta, menjaga kerendahan hati, serta membangun karakter tangguh dan penuh belas kasih.
Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat NTT, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para pembina, guru, siswa, dan panitia atas terselenggaranya pementasan seni yang dinilai inspiratif dan sarat nilai pendidikan iman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....