SMA Negeri Waigete Gratiskan Pendidikan Anak Yatim dan Terlantar

  • 01 Feb 2026 17:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – SMA Negeri 1 Waigete, Kabupaten Sikka, menerapkan kebijakan pendidikan gratis selama tiga tahun bagi anak terlantar dan yatim piatu sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan di wilayah setempat.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak Oktober 2024 oleh Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Waigete, Abdon Don Weris. Sekolah yang berdiri sejak 2013 dan berlokasi di Wairblerer, Desa Hoder, ini melayani peserta didik dari beragam latar belakang sosial ekonomi.

Abdon menjelaskan, kebijakan pendidikan gratis diterapkannya hanya empat hari setelah mulai bertugas. Menurutnya, akses pendidikan bagi anak terlantar tidak boleh ditunda dengan alasan keterbatasan, karena menyangkut masa depan generasi muda.

Ia mengakui kebijakan tersebut sempat menuai penilaian negatif dari sejumlah pihak. Namun, Abdon menegaskan bahwa risiko kebijakan lebih kecil dibanding dampak sosial jika anak-anak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan menengah.

Pertimbangan kebijakan ini juga dilandasi sejarah berdirinya sekolah yang tidak lepas dari perjuangan pemilik lahan bernama Bapan, yang telah menghibahkan tanahnya demi kepentingan pendidikan. Amanat tersebut dimaknai sebagai komitmen moral agar sekolah berpihak pada anak-anak generasi setempat, terutama yang kurang beruntung.

Abdon menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan negara wajib memelihara anak terlantar. Pendidikan gratis bagi anak yatim piatu dan terlantar dipandang sebagai wujud konkret pelaksanaan tanggung jawab tersebut di tingkat satuan pendidikan.

Saat ini, sebanyak 51 dari total 310 siswa SMA Negeri 1 Waigete tercatat menerima pendidikan gratis dan tersebar di kelas X, XI, dan XII. Kebijakan tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2025/2026.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....