Gubernur NTT Dorong OJK Perkuat Pengawasan Keuangan Efektif
- 31 Jan 2026 13:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri acara Pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT yang digelar di Aula Utama El Tari Kupang, Jumat (30/1/2026). Pengukuhan ini menandai pergantian kepemimpinan OJK NTT dari Japarmen Manalu kepada pejabat baru, Yan Jimmy Hendrik Simarmata.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota Komisioner OJK RI Ogi Prastomiyono, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, jajaran pimpinan perbankan, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Yan Jimmy Hendrik Simarmata. Ia menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar dalam menjaga stabilitas, integritas, dan keberlanjutan sektor jasa keuangan di NTT.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Japarmen Manalu atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat, khususnya dalam penguatan pengawasan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta dukungan pembiayaan bagi UMKM. Gubernur berharap sinergi dan kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat.
Menurutnya, sektor jasa keuangan harus mampu mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat kecil, petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Ia juga mendorong OJK NTT untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang adaptif terhadap dinamika perekonomian daerah.
"Penguatan kapasitas OJK Nusa Tenggara Timur menjadi kunci dalam memastikan sektor jasa keuangan mampu tumbuh secara sehat, stabil, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat," kata Melki.
Gubernur Melki menyoroti persoalan defisit neraca perdagangan NTT yang masih tinggi akibat tingginya konsumsi produk luar daerah. Ia menargetkan penurunan defisit perdagangan dari sekitar Rp51 triliun ke bawah Rp50 triliun, bahkan mendekati Rp40 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, ia mengajak seluruh pihak agar lebih kreatif dan bersinergi dalam mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal demi peningkatan pertumbuhan dan kemandirian ekonomi NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....