Membagun Karakter Mahasiswa Pastoral Ditengah Perubahan Nilai Sosial
- 30 Jan 2026 12:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ende - Perubahan nilai sosial yang terjadi secara cepat akibat globalisasi, kemajuan teknologi, dan arus informasi digital menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan pastoral. Hal ini disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Ende, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A, terkait upaya membangun karakter mahasiswa pastoral di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Menurut Dr. Fransiskus, mahasiswa pastoral tidak hanya dituntut memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter yang kuat, berlandaskan nilai-nilai iman, kemanusiaan, dan kepekaan sosial. “Mahasiswa pastoral dipersiapkan untuk menjadi pelayan umat dan masyarakat. Karena itu, pembentukan karakter menjadi inti dari seluruh proses pendidikan di STIPAR Ende,” ujarnya saat diwawancarai RRI Ende,Jumat, 30 Januari 2026.
Rm. Ferry Dhae, Pr menjelaskan, perubahan nilai sosial saat ini ditandai dengan meningkatnya individualisme, pragmatisme, serta berkurangnya kepedulian terhadap nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Kondisi ini, lanjutnya, dapat memengaruhi cara berpikir dan bersikap mahasiswa jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang konsisten.
Sebagai respons, STIPAR Ende menerapkan pendekatan pendidikan holistik yang mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial. “Kami tidak hanya fokus pada ruang kelas, tetapi juga pada pembinaan rohani, kegiatan pastoral lapangan, serta pengabdian kepada masyarakat,” kata Rm. Ferry.
Rm. Ferry menambahkan, keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam kehidupan masyarakat menjadi sarana penting untuk menumbuhkan empati, tanggung jawab sosial, serta sikap rendah hati. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membaca realitas sosial dan menghadirkan nilai-nilai pastoral secara kontekstual.
Dr. Fransiskus juga menekankan pentingnya peran dosen sebagai teladan. Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup melalui teori, tetapi membutuhkan contoh nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari. “Dosen harus menjadi role model, karena karakter lebih mudah ditangkap melalui keteladanan daripada sekadar pengajaran verbal,” ujar tegas.
Di tengah perubahan nilai sosial yang terus berlangsung, ia berharap mahasiswa STIPAR Ende mampu menjadi pribadi yang tangguh, kritis, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur pastoral. “Kami ingin lulusan STIPAR tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, mampu menjadi agen transformasi sosial yang membawa pesan kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....