Asadoma Minta Warga NTT Bali Hapus Stigma Negatif
- 29 Jan 2026 16:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) merespons cepat maraknya sentimen negatif dan stereotip terhadap warga asal NTT di Provinsi Bali. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Denpasar pada Rabu, 28 Januari 2026 untuk berdialog langsung dengan diaspora NTT guna meredam ketegangan sosial yang terjadi belakangan ini.
Langkah ini diambil menyusul sejumlah kasus hukum dan gangguan ketertiban yang melibatkan oknum warga asal NTT. Fenomena tersebut memicu generalisasi yang tidak adil di media sosial, yang dikhawatirkan dapat menyudutkan ribuan warga NTT lainnya yang selama ini hidup tertib dan menjunjung tinggi adat istiadat di Bali.
Dalam pertemuan silaturahmi yang digelar pada Rabu malam, Wagub Johni Asadoma menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi warganya di perantauan. Ia mengakui bahwa kondisi saat ini sedang tidak ideal bagi citra masyarakat NTT.
"Kami hadir di Denpasar karena situasi sedang tidak baik-baik saja. Namun, sudah menjadi fungsi pemerintah untuk selalu hadir dalam situasi apa pun demi memberikan solusi bagi masyarakat," ujar Johni di hadapan perwakilan organisasi dan paguyuban warga NTT.
Johni menekankan bahwa tindakan segelintir oknum tidak mencerminkan nilai budaya Flobamora yang sesungguhnya. Namun, ia mengingatkan bahwa secara sosiologis, setiap individu diaspora memikul nama baik daerah asal.
"Akibat ulah oknum ini, muncul stigma negatif yang merugikan mahasiswa dan pekerja kita, tidak hanya di Bali, tapi juga mulai merembet ke daerah lain seperti Surabaya dan Malang. Kita tidak boleh tinggal diam; citra NTT harus kembali pulih," kata Johni tegas.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremoni. Wagub Johni memaparkan analisis mendalam yang mencakup identifikasi akar masalah, faktor pemicu konflik, hingga upaya mitigasi dan alternatif solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam kunjungannya, Wagub didampingi jajaran pejabat teras Pemprov NTT, sejumlah Bupati dan Wakil Bupati dari daratan Sumba, serta anggota legislatif Provinsi NTT. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu sosial yang menyangkut martabat warga di perantauan.
Selama tiga hari ke depan, agenda Wagub Johni dipastikan akan sangat padat. Ia dijadwalkan membuka ruang dialog dengan jajaran Pemerintah Provinsi Bali, serta Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Badung, Karangasem, dan Denpasar.
Selain itu, Johni akan menemui tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat. Pertemuan ini bertujuan untuk memohon dukungan dari masyarakat Bali serta mempererat koordinasi dengan paguyuban keluarga Flobamora di Bali sebagai garda terdepan pembinaan warga NTT di perantauan.
Melalui langkah proaktif ini, diharapkan harmoni antara warga NTT dan masyarakat lokal Bali dapat terajut kembali, sekaligus menghapus stigma negatif demi terciptanya kehidupan berdampingan yang rukun dan saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....