Cuaca Ekstrem Melanda, BPBD Manggarai Serukan Kesiapsiagaan Warga
- 27 Jan 2026 17:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Manggarai dalam beberapa hari terakhir dan memicu peningkatan potensi bencana hidrometeorologi. Hujan deras yang turun terus-menerus disertai angin kencang meningkatkan ancaman banjir, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Hal ini menjadi topik pembahasan dalam dialog mitigasi bencana pada program Kentongan Pro 1 RRI Ende Selasa, 27 Januari 2026. Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, hadir memberikan penjelasan sekaligus imbauan kepada masyarakat.
Stefan mengatakan bencana umumnya diawali oleh tanda-tanda alam yang jelas, namun kerap tidak disadari atau diabaikan. Intensitas hujan tinggi yang berlangsung lama, menurutnya, seharusnya menjadi peringatan awal untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menegaskan, mitigasi bencana bertujuan mengurangi risiko dan dampak, bukan menghindari peristiwa alam yang tidak dapat dicegah. Upaya sederhana seperti membersihkan drainase, memperkuat struktur atap, dan memangkas pohon berisiko dinilai mampu menyelamatkan banyak nyawa.
BPBD Manggarai juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit agar tidak menunggu kondisi semakin berbahaya. Evakuasi mandiri ke tempat aman harus dilakukan segera ketika hujan deras berlangsung terus-menerus.
Ia juga mendorong masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana di setiap rumah. Tas ini sebaiknya berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, pakaian ganti, serta perlengkapan darurat lainnya.
Stefan mengungkapkan, berdasarkan data kebencanaan, peluang selamat paling besar berasal dari tindakan penyelamatan diri sendiri. Tim penolong hanya mampu menjangkau sebagian kecil korban akibat keterbatasan waktu dan akses di lapangan.
Selain kesiapsiagaan saat bencana, fase pascabencana juga membutuhkan perhatian serius. Warga diminta memastikan rumah aman ditempati, membersihkan lingkungan, dan melaporkan dampak bencana secara berjenjang.
BPBD Manggarai berharap edukasi kebencanaan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan aparat keamanan dinilai penting untuk membangun budaya siaga bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....