Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Longsor Desa Goreng Meni
- 23 Jan 2026 21:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Kondisi cuaca buruk membuat proses pencarian korban longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Jumat 23 Januari 2026 terpaksa dihentikan sementara. Hujan dengan intensitas tinggi yang masih melanda wilayah Manggarai Timur, khususnya Kecamatan Lamba Leda, disertai potensi longsor susulan, memaksa tim gabungan menghentikan sementara proses pencarian demi keselamatan seluruh personel.
Upaya pencarian terhadap korban dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, yang sejak pagi bertolak menuju lokasi bencana. Selain itu, proses pencarian melibatkan tim gabungan dari unsur TNI dan Polri, personel Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Manggarai, Tim Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda, serta masyarakat setempat.
Proses pencarian korban berlangsung dari pagi di tengah kondisi hujan dan berakhir sekitar pukul 17.00 Wita. Kondisi cuaca yang belum bersahabat menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Wakil Bupati Manggarai Timur memastikan bahwa upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Ia berharap kondisi cuaca membaik sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih maksimal.
“Pencarian akan kita lanjutkan esok hari. Semoga kondisi cuaca lebih baik agar upaya pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Besar harapan kami, korban yang tertimbun dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Sementara, data terakhir yang diterima dari Pemerintah Kecamatan Lamba Leda terkait bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni menyebutkan bahwa pada Kamis 23 Januari 2026 Kampung Tuwa seluruhnya terisolasi akibat tertutup material longsoran. Selain itu, Kampung Pau juga menjadi wilayah yang terdampak bencana.
Satu unit rumah dilaporkan tertimbun longsor, yakni milik Kongradus Lasa. Hingga saat ini, dua warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, masing-masing Theresia Resem (45) dan Yustina Mira (18).
Lebih lanjut, tiga rumah lainnya turut terdampak, masing-masing milik Adrianus Pau di Kampung Pau, serta Hendrikus Nawa dan Paulus Hasmin di Kampung Tuwa. Korban luka yang berhasil dievakuasi dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Benteng Jawa pada Kamis (22/1/2026) diketahui atas nama Albina Ria (49) dan Apri Nikolaus Aca (3), namun Albina Ria dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Selain korban jiwa dan kerusakan permukiman, bencana longsor juga mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Puluhan hektare sawah dan kebun milik warga tertimbun material longsor, termasuk empat ekor kerbau yang ikut tertimbun.
Dalam upaya penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Kesehatan telah membuka posko kesehatan sejak Kamis (23/1/2026). Posko tersebut berlokasi di Puskesmas Pembantu (Pustu) Goreng Meni dan dilengkapi tenaga kesehatan serta ketersediaan obat-obatan untuk melayani warga terdampak.
Bantuan logistik juga telah disalurkan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Timur. Logistik yang diturunkan antara lain beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta perlengkapan tidur, yang bersumber dari stok logistik bencana Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.
Selain penyaluran bantuan, posko bencana juga telah dibuka dan dipusatkan di Dinas Sosial Manggarai Timur. Posko tersebut menerima berbagai bentuk bantuan dan sumbangan dari aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada para korban bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....