PAD Lembata 2025 Terealisasi 88,49 Persen
- 20 Des 2025 17:47 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lembata hingga 19 Desember 2025 mencapai 88,49 persen dari target perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut setara dengan Rp34.650.542.605 dari target sebesar Rp39.155.377.488.
Data tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi realisasi APBD Triwulan IV yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Asisten Administrasi Umum Setda serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),Jumad, (19/12/2025). Rapat ini dihadiri oleh 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata.
Dalam arahannya, Bupati Lembata mengapresiasi kinerja OPD pengelola pendapatan, namun tetap mengingatkan pentingnya penguatan strategi sejak awal tahun anggaran.
“Capaian ini patut kita syukuri, tetapi ke depan kita harus bekerja lebih terencana. Strategi peningkatan PAD dan pengendalian belanja harus dikick-off sejak Januari agar target bisa tercapai optimal,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas OPD dalam mengelola pendapatan daerah secara lebih efektif.
“Saya mendorong kolaborasi lintas OPD, khususnya antara Bapenda, Badan Keuangan Daerah, dan OPD teknis, agar strategi peningkatan PAD dan pengendalian belanja daerah dapat disatukan dan dijalankan secara lebih efektif,” ujarnya.
Kepala Bapenda Lembata, Thomas Tides melaporkan bahwa realisasi pajak daerah hingga saat ini mencapai Rp20.789.532.898 atau 87,52 persen dari target. Sementara itu, retribusi daerah terealisasi sebesar Rp10.377.025.270 atau 89,37 persen.
Untuk komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasi telah mencapai 100 persen dengan nilai Rp3.896.492.897. Adapun lain-lain PAD yang sah tercatat terealisasi Rp2.211.471.638 atau 96,30 persen dari target yang ditetapkan.
Selain itu, delapan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata telah mencapai target penuh Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Satu kecamatan yang belum mencapai 100 persen adalah Kecamatan Nubatukan.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa RSUD Lembata menjadi penyumbang PAD terbesar pada tahun 2025, dengan realisasi pendapatan lebih dari Rp17 miliar.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap sisa waktu tahun anggaran 2025 dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengejar target PAD sekaligus menjaga disiplin belanja daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....