Tarian Caci Meriahkan Upacara Penti Gendang Curu Karot

  • 16 Nov 2025 13:17 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai: Pertunjukan tarian caci memeriahkan upacara adat Penti atau syukuran panen yang digelar di halaman Rumah Gendang Curu, Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Sabtu (15/10/2025). Ratusan warga memadati area natas atau pelataran kampung adat untuk menyaksikan langsung atraksi budaya khas Manggarai tersebut.

Atraksi tarian caci ini mempertemukan para penari dari wilayah Lando, Kecamatan Cibal, dengan masyarakat Gendang Karot Curu sendiri. Suasana berlangsung semarak dan penuh kegembiraan, dalam atmosfer rasa persatuan dan kekeluargaan yang mencerminkan kuatnya tradisi serta solidaritas antar masyarakat.

Pentas tarian caci ini menjadi bagian dari rangkaian ritus adat Penti Weki Peso Beo, yang menjadi simbol ungkapan syukur masyarakat adat Gendang Curu kepada Sang Pencipta dan leluhur atas limpahan rejeki, khususnya hasil panen yang diperoleh sepanjang tahun.

Ketua Panitia, Asteri Acak, menjelaskan bahwa Penti Weki Peso Beo dimaknai sebagai bentuk syukur atas hasil panen serta penanda awal tahun baru dalam tradisi masyarakat adat Manggarai.

Ritus penti, jelas Asteri diawali dengan prosesi Baro Lodok di beberapa Lingko, lalu dilanjutkan dengan ritual di Kampung Lama Golo Curu dan Baro Boa. Puncak acara ditandai dengan Baro Wae Teku pada pukul 15.00 WITA, pada Sabtu, (15/11/2025) sebagai simbol penyucian diri dan kampung, serta doa untuk harapan baru ke depan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Barong Lodok dalam tradisi masyarakat Gendang Karot Curu menggambarkan hubungan holistik antara manusia dan alam, sebagai sumber kehidupan yang saling terkait dan tak terpisahkan. Relasi ini menjadi dasar bagi pelaksanaan ritus adat seperti penti sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan berkah kehidupan.

Secara umum, kata Asteri, masyarakat Manggarai mengenal lima dimensi sosial dan spiritual yakni uma bate duat, wae bate teku, natas bate labar, dan compang bate takung, serta mbaru bate kaeng, yang mengandung nilai filosofi mendalam. Ia menambahkan, pelaksanaan penti bukan semata tradisi simbolik, melainkan hasil kesepakatan kolektif seluruh warga. Warga dari berbagai tempat pun pulang dan berkumpul, menunjukkan keterlibatan menyeluruh dalam ungkapan syukur tersebut. "Kami semua berkumpul, dari mana tinggal dimana pun, semua terlibat dalam ucapan syukur ini," ujarnya.

Ia berharap momentum penti ini menjadi sarana mempererat kebersamaan antar warga Gendang Karot Curu. Dengan kebersamaan itu, segala usaha ke depan dapat berjalan lancar, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. “Harapan kami, yang sekolah bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik, yang bekerja mendapat rejeki yang layak,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya generasi muda memahami sejarah dan nilai-nilai leluhur, seperti musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan persoalan. Dengan demikian, suasana harmonis akan tercipta dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya, katanya, bukan hanya warisan, tapi cara pandang dan cara hidup yang menuntun pada persekutuan, saling menghormati antara orang muda dan orang tua. "Orang muda menghormati orang tua dan sebaliknya," pungkasnya.

Sementara, Dedy Ongkor, salah satu tokoh pemuda Gendang Karot Curu, menilai upacara adat penti dan pertunjukan tarian caci menjadi ajang kebersamaan yang melibatkan partisipasi luas dari seluruh warga. Ia menyebut antusiasme masyarakat, baik ase maupun kae, terlihat sangat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan adat.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda dalam acara ini merupakan hal positif karena menjadi ruang pembelajaran langsung tentang nilai-nilai budaya, struktur upacara, serta semangat kebersamaan yang diwariskan leluhur. "Ya ini sangat positif buat generasi muda. Untuk bisa meneruskan budaya ini, harus banyak melibatkan anak-anak muda. Dan sebagai orang asli Curu dan juga tokoh pemuda saya melihat kegiatan ini sangat positif," ungkap Dedy.

Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dengan persiapan yang matang agar berjalan lebih baik dan dapat diteruskan oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....