Penyuluh Ende Dorong Petani Terapkan Pertanian Berkelanjutan

  • 07 Nov 2025 10:22 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Penyuluh Pertanian Ahli Muda dari BPP Welamosa, Felix Meko, menegaskan pentingnya adaptasi petani terhadap perubahan iklim yang kini semakin nyata memengaruhi sektor pertanian di Kabupaten Ende. Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan air dan meningkatnya serangan hama penyakit.

Kepada RRI, Sabtu (1/11/2025) Felix menjelaskan, perubahan pola curah hujan menyebabkan ketimpangan pasokan air baik pada musim hujan maupun kemarau. Di sisi lain, serangan hama seperti tikus turut menurunkan hasil panen hingga 30 persen di beberapa wilayah seperti Binanza.

Sebagai ujung tombak di lapangan, BPP Welamosa berperan aktif mendampingi petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Felix menegaskan, penyuluh tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta melibatkan TNI dan Polri.

Kolaborasi lintas sektor ini, menurutnya, mempermudah pendampingan petani dalam menerapkan inovasi, seperti irigasi tetes, penggunaan varietas unggul tahan kering, dan sistem tanam terpadu antara pertanian dan peternakan.

Ia mencontohkan, penggunaan varietas padi berumur pendek dan penerapan teknologi panen modern kini mampu memperpendek masa tanam, sehingga petani dapat memanfaatkan air secara efisien di musim tanam kedua.

Selain itu, beberapa petani milenial di wilayah binaannya telah memanfaatkan irigasi tetes pada komoditas cabai dan menerapkan sistem integrasi tanaman-ternak untuk menjaga kesuburan lahan.

Felix juga menyoroti pentingnya kesadaran petani dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Menurutnya, teknologi akan sia-sia tanpa kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Ia menambahkan, pergeseran nilai kearifan lokal turut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan petani muda. Padahal, praktik-praktik tradisional banyak mengandung prinsip kelestarian yang relevan dengan konsep pertanian berkelanjutan.

Dalam praktik pendampingan, BPP Welamosa berhasil mengubah pola tanam petani di daerah aliran sungai agar lebih adaptif terhadap ketersediaan air. Produksi padi sawah di musim tanam kedua juga meningkat berkat pemanfaatan pompa air bantuan Kementerian Pertanian.

Felix mengapresiasi keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam menggerakkan kesadaran petani. Ia menyebut pendekatan “tiga batu tungku”, antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan penyuluh – terbukti efektif memperkuat penerimaan inovasi pertanian di lapangan.

Felix berharap petani tidak lagi memandang penyuluh sebagai sumber bantuan material, melainkan mitra konsultasi teknis yang dapat memberikan rekomendasi ilmiah untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

“Penyuluh hadir sebagai pelayan petani. Informasi dan pengetahuan yang kami bawa jauh lebih penting dari bantuan sesaat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....