BPOM di Ende Ajak Pengolah Jaga Pangan Aman

  • 19 Okt 2025 18:14 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Ende menggelar sosialisasi keamanan pangan bagi para pegawai dan relawan pengolah makanan. Kegiatan ini berlangsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Walisanga, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan.

Pengawas Farmasi dan Makanan Balai POM Ende, Fatmawati Batra, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengelola layanan gizi terhadap praktik pengolahan makanan yang aman dan bergizi.

“Melalui kegiatan ini, Balai POM di Ende ingin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan bergizi. Edukasi ini diharapkan membuat pengolah makanan lebih peduli terhadap cara pengolahan yang sesuai standar,” ujarnya kepada RRI,Sabtu, (18/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara pengolahan makanan yang aman dan higienis, termasuk teknik penyimpanan bahan pangan dan kebersihan peralatan dapur untuk mencegah kontaminasi. Fatmawati menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada proses pengolahan dan distribusi.

Ia menyebut peran pengolah makanan sangat penting dalam menjaga kesehatan penerima manfaat program Makanan Bergizi (MBG). Menurutnya, standar pengolahan yang baik harus diterapkan sejak awal, mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga penyajian.

Jika semua tahapan ini diperhatikan, potensi terjadinya masalah kesehatan dapat dicegah. Kepala SPPG Rukun Lima, Syahrial Ali N., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi ini.

“Dengan adanya sosialisasi ini, pekerja-pekerja di sini diharapkan lebih memperhatikan kebersihan, terutama di area dapur yang sangat sensitif. Hal ini penting agar tidak terjadi kontaminasi dalam proses pengolahan makanan,” ujarnya.

Syahrial juga menjelaskan, pihaknya sangat berhati-hati dalam memastikan bahan pangan yang akan diolah benar-benar layak konsumsi. Ia menambahkan, pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan menjadi bagian penting dari pelayanan gizi yang baik.

“Kalau ada kejadian kecil, misalnya buah yang rusak atau busuk, kami langsung tukar dan tidak dibagikan. Kami tidak sekadar tukar buahnya saja, tapi juga isi di dalamnya, supaya yang diberikan ke anak-anak benar-benar aman,” tegasnya.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta melindungi kesehatan penerima manfaat. Sementara itu, Fatmawati menyebut hingga saat ini belum ada laporan kasus keracunan pangan dari wilayah Kabupaten Ende.

Meski demikian, Balai POM terus melakukan edukasi dan pengawasan rutin agar kondisi tersebut tetap terjaga. Dengan sosialisasi ini, Balai POM Ende menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan dan pendampingan keamanan pangan di daerah kabupaten Ende.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Berita ini ditulis oleh Rahma Suci Dewi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....