Kabupaten Ende Defisit Rp52 Miliar, Bupati Fokus Disiplin Fiskal

  • 07 Okt 2025 07:09 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Pemerintah Kabupaten Ende tengah menghadapi tekanan fiskal berat akibat defisit anggaran. Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, mengungkapkan bahwa utang daerah mencapai Rp52 miliar akibat kesalahan pengelolaan keuangan pada tahun sebelumnya.

Menurut Bupati Yosef, kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap arus kas daerah tahun ini. Ia menegaskan bahwa pola pengelolaan anggaran dengan cara “gali lubang tutup lubang” tidak akan diterapkan lagi.

“Kita tidak ingin mengulangi kesalahan itu lagi,” tegas Bupati Yosef saat ditemui di Kantor Bupati Ende, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, langkah penyelamatan fiskal akan difokuskan pada penertiban belanja dan optimalisasi sumber pendanaan yang sah. Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap akan memastikan pembayaran gaji dan tunjangan ASN melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Selain itu, DAU Spesifik Grant (SG) akan digunakan sesuai ketentuan pemerintah pusat tanpa pergeseran alokasi.

“Tidak ada lagi penggunaan dana di luar posnya,” ujar Bupati Yosef menekankan pentingnya disiplin fiskal. “Semua alokasi harus sesuai peruntukan agar tidak menambah beban baru.”

Target PAD Kabupaten Ende tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp90 miliar, sedangkan total dana transfer daerah hanya sekitar Rp150 miliar, jauh di bawah kebutuhan riil anggaran.

Sementara itu, beban wajib daerah tahun ini mencapai sekitar Rp250 miliar, terdiri atas Alokasi Dana Desa (ADD) Rp71 miliar, tunjangan PPPK Rp71 miliar, dan utang Rp52 miliar, ditambah belanja rutin sekitar Rp60 miliar, sehingga total kebutuhan anggaran menembus Rp310 miliar.

“Anggaran kita hanya Rp180 miliar. PAD minimal harus Rp100 miliar agar bisa menutup beban wajib,” jelas Yosef.

Karena keterbatasan fiskal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ende memutuskan tidak melakukan perubahan APBD induk tahun 2025.

“Kita tidak punya dana untuk geser-geser anggaran,” ujar Yosef. “Stabilitas keuangan lebih penting daripada program tambahan yang belum prioritas.”

Sebagai langkah efisiensi, Pemkab Ende akan melakukan pemangkasan belanja operasional, terutama pada konsumsi rapat, perjalanan dinas, dan pengeluaran penunjang lainnya.

“Kita akan berhemat dan fokus pada kebutuhan utama masyarakat,” pungkas Bupati Yosef.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....