Komisi IV DPR Dorong Tata Kelola Peternakan NTT

  • 25 Sep 2025 21:33 WIB
  •  Ende

KBRN,Ende: Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI melaksanakan pertemuan penting di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur, Kupang, pada Senin (22/9/2025). Pertemuan ini membahas tata kelola peternakan dan penanganan penyakit hewan di Provinsi NTT, sebagai bagian dari masa sidang I tahun sidang 2025/2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula A BRMP NTT ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, M.Si, dan dihadiri oleh belasan anggota DPR, Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., Kepala BRMP RI Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, serta pejabat dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Yohan menegaskan kunjungan ini bertujuan mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong pembangunan sektor peternakan di NTT agar setara dengan provinsi lain. Ia menyoroti dampak virus African Swine Fever (ASF) yang telah menyebabkan kematian ribuan ternak babi sejak 2023.

Ahmad Yohan menegaskan pentingnya hilirisasi dan perlindungan kesehatan ternak sapi untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si, turut menyampaikan bahwa meski kontribusi hasil ternak NTT cukup signifikan, perhatian khusus tetap diperlukan karena wilayah ini masuk dalam kategori darurat rabies.

“Pertumbuhan hasil ternak cukup pesat, namun tidak diimbangi dengan kondisi kesehatan hewan yang memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRMP RI Prof. Fadjry Djufry menyambut baik kunjungan Komisi IV DPR RI sebagai bentuk sinergi antara legislatif dan pelaku pembangunan pertanian. Ia berharap dukungan dari DPR dapat mempercepat realisasi program swasembada pangan di NTT, termasuk penguatan sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan lahir kebijakan konkret dan dukungan anggaran yang mampu menjawab tantangan peternakan di NTT. Hal ini juga sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai penyumbang komoditas unggulan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....