Mbobhenga Dikembangkan Jadi Desa Wisata Edukasi Ekowisata

  • 22 Jul 2025 13:53 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Desa Mbobhenga di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, kini dikembangkan sebagai Desa Wisata Edukasi berbasis ekowisata dan konservasi lingkungan. Potensi hutan produksi, kekayaan budaya lokal, serta keterlibatan masyarakat menjadi modal utama pengembangan ini.

Jalur tracking menuju Area Camping Ground menjadi daya tarik baru di desa tersebut. Jalur ini melewati kawasan hutan produksi yang asri, kampung adat Suku Timo, serta sumber mata air Ae Mbumbu yang telah lama menjadi sumber kehidupan warga setempat.

Pengunjung yang melewati jalur ini dapat menikmati udara segar, suara burung liar, serta deretan pepohonan kayu manis dan mahoni. Selain itu, jalur ini juga diperkaya dengan tanaman herbal dan tanaman pewarna alami, seperti lobha, yang menjadi media edukasi lingkungan bagi pelajar dan mahasiswa.

Area Camping Ground yang berada di tengah hutan dirancang sederhana dan ramah lingkungan. Letaknya yang tidak jauh dari sumber air dan tanah yang relatif datar membuat lokasi ini ideal untuk berkemah sambil menikmati keindahan matahari terbit dari perbukitan Nangapanda.

Ketua kegiatan mahasiswa KKN-PMM 2025 Universitas Flores, Dionisius Bozu, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dua program studi, yaitu Agroteknologi dan Arsitektur. Mahasiswa Arsitektur bertugas merancang jalur dan area camping, sedangkan Agroteknologi mengidentifikasi potensi tanaman lokal sebagai bahan edukasi.

"Kami akan mengolah kembali area camping ground dan jalur tracking dengan menempatkan titik-titik pos serta papan nama pohon. Target utama kami adalah pelajar, agar mereka bisa tracking sambil belajar. Mbobhenga adalah desa yang dikelilingi hutan produksi. Kami akan bekerja dan memberikan yang terbaik," ujar Dionisius.

Kepala Desa Mbobhenga, Bruno Goa, memberikan dukungan penuh atas keterlibatan mahasiswa. Ia menilai, kolaborasi antara pihak desa dan Universitas Flores telah berjalan baik selama ini.

"Saya selaku kepala desa memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta KKN-PMM untuk menuangkan ide dan gagasan mereka. Mbobhenga dan Unflor sudah seperti keluarga. Ini tahun keempat kami bekerja sama," ucapnya.

Mahasiswa KKN-PMM juga turut serta dalam survei kondisi jalur, pencatatan potensi flora, serta penentuan titik edukasi bersama warga. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan Mbobhenga sebagai destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan.

Dengan keindahan alam, kekayaan budaya, serta semangat kolaboratif antara warga dan mahasiswa, Desa Mbobhenga diyakini mampu menjadi model pengembangan desa berbasis ekowisata di Kabupaten Ende.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....