Komunitas Line Dance Berbagi: Dari Hati untuk Sesama
- 26 Jun 2025 20:03 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Komunitas Line Dance Berbagi (KLDB) berdiri pada 19 Maret 2023 dengan semangat kemanusiaan yang kuat: membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. Berbekal visi “Pelayanan Kasih” dan misi “Berbagi dari Kekurangan”, komunitas ini hadir bukan sekadar sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai wadah nyata berbagi kasih dengan tulus hati.
Beranggotakan 21 relawan aktif, KLDB menjadikan para janda, yatim piatu, serta kelompok rentan lainnya sebagai sasaran utama kegiatan sosial mereka. Hingga pertengahan tahun ketiga, komunitas ini telah melaksanakan 102 kegiatan amal dengan menyentuh kehidupan 92 keluarga, termasuk dua panti asuhan, dua sekolah, satu rumah ODGJ, serta korban bencana di Lewotobi.
“Kami ingin berbagi bukan karena berlebih, tapi karena peduli,” ujar Ketua sekaligus Motivator Komunitas, Maia Leda, dalam perbincangan hangat bersama Pro 2 RRI Ende, Rabu (25/6/2025). Ia menegaskan, kegiatan komunitas bukan bentuk pencitraan atau mengejar popularitas, melainkan cerminan ketulusan dari hati yang ingin menolong.
Salah satu ciri khas unik KLDB adalah diselinginya kegiatan sosial dengan latihan line dance gratis yang diberikan langsung oleh Maia Leda setiap minggunya. Siapa pun yang ingin bergabung dipersilakan ikut, tanpa pungutan biaya apa pun. Melalui seni dan gerak, mereka membangun kebersamaan sekaligus menyebarkan semangat berbagi.
Dalam pelaksanaannya, KLDB menggelar kunjungan langsung ke rumah penerima bantuan atau menyelenggarakan distribusi bantuan di titik yang telah ditentukan. Proses ini dilakukan secara mandiri, tanpa dukungan institusi besar, menjadikan setiap kegiatan murni dari kontribusi para anggota komunitas.
Maia menekankan bahwa semangat pelayanan ini tumbuh dari keyakinan bahwa sekecil apa pun bantuan, bila dilakukan dengan cinta, akan berdampak besar. “Kami terinspirasi oleh pesan Mother Teresa: Lakukan hal kecil dengan cinta yang besar,” tambahnya.
KLDB berharap akan semakin banyak hati-hati tulus yang bergabung dalam perjalanan ini. Karena bagi mereka, komunitas bukan sekadar tempat menari bersama, tetapi ruang untuk menebar kasih di tengah dunia yang terus membutuhkan sentuhan kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....