Erupsi Lewotobi: Kemendikdasmen Dirikan Kelas Darurat untuk Siswa
- 24 Mar 2025 08:46 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil langkah cepat untuk memastikan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Sebanyak 26 sekolah di wilayah tersebut kini telah didirikan ruang kelas darurat untuk mendukung proses belajar mengajar yang terus berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengungkapkan bahwa fokus pemerintah adalah memastikan layanan pendidikan tetap terjaga di daerah rawan bencana. “Kami sudah mendata 26 sekolah yang terdampak erupsi, dan ini menjadi perhatian kami untuk dilakukan revitalisasi dan rehabilitasi,” kata Fajar dalam rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, bersama Gubernur NTT dan Bupati Flores Timur, Jumat (21/3/2025).
Sebagai langkah lanjut, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Dinas Pendidikan NTT untuk mendukung kelangsungan pendidikan di daerah yang terdampak. Untuk memfasilitasi pembelajaran di ruang kelas darurat, pihak kementerian menyederhanakan indikator capaian pembelajaran sehingga materi tetap bisa disampaikan meskipun dalam keterbatasan.
“Materi pembelajaran tetap disampaikan meskipun dalam kondisi darurat. Kami juga mengirim ribuan buku teks dan buku bacaan untuk menghindari learning loss bagi siswa,” ujar Fajar menambahkan.
Tantangan besar dihadapi para guru dan siswa di kawasan terdampak. Namun, Fajar memastikan bahwa ketersediaan guru di wilayah tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pengajaran. Dengan fasilitas ruang kelas darurat dan dukungan penuh dari pemerintah, Kemendikdasmen berharap anak-anak tetap bisa mengikuti pembelajaran meski dalam keterbatasan akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....