Demonstrasi Geothermal Poco Leok, Gerbang Kantor Bupati Manggarai Dirusak
- 03 Mar 2025 22:33 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai:Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Poco Leok melakukan aksi pengrusakan pagar dan gerbang Kantor Bupati Manggarai pada Senin (3/3/2025). Aksi ini terjadi setelah sesi dialog dengan Bupati Manggarai, Hery Nabit, tidak mencapai kesepakatan.
Para demonstran menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi Geothermal di Poco Leok yang ditetapkan pada 1 Desember 2022. Menanggapi aksi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mengundang 25 perwakilan demonstran untuk berdialog di Aula Nuca Lale.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan desakan kepada Bupati Hery agar mencabut SK tersebut. Namun, Bupati menjelaskan bahwa pencabutan tidak dapat dilakukan mengingat telah dilakukan prosesi adat tabe gendang di Poco Leok, yang menandakan penerimaan masyarakat terhadap proyek geothermal.
"Saya ingin meneruskan perlok tahun 2017. Saya tidak punya alasan yang kuat untuk membatalkan SK tersebut. Mengapa? Karena sudah dilakukan acara tabe gendang pada gendang-gendang di Poco Leok," ujar Bupati Hery dalam konferensi pers di Kantor Bupati.
Bupati menambahkan bahwa jika memang ada penolakan saat prosesi adat berlangsung, maka keputusan bisa dipertimbangkan kembali. "Mungkin kalau ada penolakan saat itu, maka kita akan pertimbangkan kembali. Tetapi saat itu tidak ada penolakan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mekanisme hukum tersedia bagi pihak yang menolak SK tersebut. "Negara sudah menyediakan jalan keluar terhadap kondisi seperti ini, yaitu melalui gugatan ke PTUN. Ini adalah produk hukum tata negara," ungkapnya.
Namun, perwakilan demonstran tetap bersikeras agar Bupati mencabut SK tersebut. Salah satu perwakilan mengatakan bahwa jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka akan menggelar aksi lanjutan. "Kalau Pak Bupati tidak mencabut SK tersebut, kami akan keluar," tegasnya.
Setelah keluar dari ruang dialog, mereka kembali bergabung dengan massa di luar kantor bupati. Situasi memanas ketika seorang orator dari atas mobil komando menyerukan aksi pengrusakan pagar dan gerbang. "Kalau SK tidak dicabut, ayo naik! Goyang pagar, dorong!" teriaknya.
Menanggapi insiden ini, Bupati Hery menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan yang tepat terhadap aksi pengrusakan tersebut.
Laporan: Mario Alberto, Kontributor RRI di Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....