Filosofi Lagu "Wangkar Walek" dan "Kopi Tuk"
- 26 Feb 2025 15:56 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai: Dua lagu asal Manggarai, "Wangkar Walek" dan "Kopi Tuk", yang dinyanyikan oleh Dony Ambang dan Hendrik Malsaho telah meraih pencapaian tertinggi di kanal YouTube. Lagu "Wangkar Walek" telah ditonton oleh 4,3 juta penonton, sementara lagu "Kopi Tuk" telah ditonton oleh 2,1 juta kali.
Menurut Dony Ambang, lagu "Wangkar Walek" terinspirasi dari kisah temannya yang diputuskan oleh pacarnya secara sepihak. Lagu ini menceritakan tentang putus cinta, tetapi dengan versi humor yang unik.
"Sebenarnya makna dibalik tersebut adalah siapapun itu tidak boleh terlarut dalam kesedihan yang mendalam ketika diputus pacar," kata Dony saat menjadi narasumber program Bincang Budaya di RRI Labuan Bajo, Senin, 24/2/2025.
Sementara itu, lagu "Kopi Tuk" terinspirasi dari kebersamaan yang cerita positif dan menginspirasi. Arti "tuku wuwung" sebenarnya adalah minum kopi, tetapi rasanya enak sekali.
"Filosofi di balik lagu 'Kopi Tuk' adalah ketika minum kopi, pahit dan manisnya kehidupan bisa disatukan. Damaikan hati dan pikiran," kata Hendrik di saat yang sama.
Dony Ambang mengatakan bahwa karya musik yang baik harus dekat dengan masyarakat, mengenal, bergaul, mengenal dan membangun relasi dengan semua orang sambil mempelajari hal-hal yang bersifat positif.
"Kita musisi harus mengaransemen lagu dengan jenis musik yang memang disukai zaman sekarang tanpa meninggalkan nilai luhur bahasa Manggarai," kata Dony.
Sementara itu, menurut Hendrik, lagu yang baik tercipta ketika mengenal audiensnya, bagaimana nada atau jenis musik bisa diterima oleh khalayak umum.
Kedua lagu ini telah menjadi viral di media sosial dan telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Laporan: Mario Alberto, Kontributor RRI di Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....