Pedagang Pasar Alok Tuntut Keamanan dan Perubahan Sistem Parkir

  • 23 Jan 2025 17:39 WIB
  •  Ende

KBRN,Sikka: Puluhan pedagang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengguna Pasar Alok (FORKOMPAK) menggelar aksi spontan pada Kamis, (23/1/2025), di Pasar Alok Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan baru pengelola pasar, khususnya terkait sistem parkir dan masalah keamanan di pasar tradisional tersebut.

Aksi ini bermula setelah pada 21 Januari 2025 kemarin terjadi penyegelan sepihak terhadap portal pintu masuk dan keluar Pasar Alok. Mereka merasa keberatan dengan adanya portal yang dianggap menghambat kelancaran aktivitas perdagangan di pasar tersebut. Dalam orasinya, para pedagang menuntut agar portal segera dihapus dan digantikan dengan sistem parkir manual yang lebih memadai.

Selain itu, pedagang juga mengeluhkan masalah keamanan di pasar yang dinilai kurang terjamin. Banyak pedagang yang mengaku kehilangan kendaraan dan barang dagangan tanpa adanya tindak lanjut dari pihak pengelola pasar, sehingga menambah rasa ketidaknyamanan mereka.

"Keamanan di pasar sangat kurang, barang dagangan dan kendaraan sering hilang, tapi tidak ada tindakan nyata dari pengelola pasar. Kami ingin ada perubahan yang nyata, terutama terkait sistem parkir dan keamanan," ujar Yohanes Maro, Ketua GMNI Sikka, yang juga mewakili pedagang dalam aksi tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, perwakilan pedagang dari FORKOMPAK mengunjungi Kantor Bupati Sikka untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada PJ Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si. Rombongan yang dipimpin oleh Yohanes Maro, bersama Pater Pande, diterima oleh Bupati Sikka didampingi oleh Kapolres Sikka, AKBP Mukhson, S.H., S.I.K., M.H., serta perwakilan Kodim 1603 Sikka dan Lanal Maumere.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan pedagang menyampaikan tuntutannya, termasuk penolakan terhadap portal dan permintaan perubahan sistem parkir di Pasar Alok. Mereka juga meminta pengelola pasar untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.

PJ Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, memberikan tanggapan positif terhadap tuntutan tersebut. Terkait masalah portal, Bupati Sikka menjelaskan bahwa perubahan kebijakan akan memerlukan waktu dan proses, mengingat adanya perjanjian yang telah dibuat dengan Bupati sebelumnya.

Namun, untuk masalah keamanan, Bupati berjanji akan segera menyiapkan petugas keamanan yang akan melakukan patroli malam untuk memastikan keselamatan pedagang dan pengunjung pasar.

"Ada proses yang harus dilalui untuk perubahan kebijakan terkait portal, namun untuk masalah keamanan, kami akan segera menambah petugas patroli di pasar pada malam hari," ujar Adrianus.

Aksi ini mendapatkan pengamanan dari Polres Sikka, yang menurunkan sejumlah anggota sesuai dengan Sprin Kapolres Sikka Nomor: Sprin/45/I/PAM.3.2/2025. Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Sikka, AKP Putu Sumadi, S.H.

Meskipun telah mengadakan pertemuan dengan pemerintah, para pedagang yang tergabung dalam FORKOMPAK mengingatkan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyegelan ulang jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Namun, mereka berharap bahwa dialog yang telah dilakukan dapat menghasilkan solusi yang baik demi kenyamanan bersama antara pedagang, pengelola pasar, dan pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....