Sebanyak 32 PMI Non-Prosedural dari NTT Tertahan di Medan

  • 23 Nov 2024 21:15 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Sebanyak 32 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya tertahan di Medan kini telah berada dalam pengawasan PADMA Sumatera Utara. Mereka terdiri dari 11 perempuan dan 21 laki-laki, dengan mayoritas berasal dari daerah Ende, Lio, sementara sisanya berasal dari Soe dan Nagekeo masing-masing 4 orang.

Pegiat kemanusiaan dari PADMA Sumatera Utara Alfonsius Gou, mengungkapkan para PMI tersebut sementara waktu menginap di rumahnya dan rumah kenalan. Sebagian besar dari mereka berangkat secara mandiri tanpa menggunakan agen perekrut atau calo. Mereka memiliki tujuan untuk bekerja di Malaysia, namun setelah berada di Medan, mereka merasa putus asa dan ingin pulang karena ketidakpastian pekerjaan yang dijanjikan.

“Saya mendapat informasi sekitar pukul 12 malam. Keesokan paginya, ada telepon dari teman saya di Flores yang istrinya orang Medan. Dia memberitahukan bahwa ada keluarga dari Ende yang tertangkap di Medan dan sedang berada di Polres. Setelah saya ke sana, mereka sudah dibebaskan dan kami bertemu di BP3MI Medan sekitar pukul 5 sore,” ujar Alfons.

Menurut Alfons, dari 32 orang yang tertahan, sebagian sudah lama berada di Medan, sementara lainnya baru datang. Mereka tidak memiliki rencana pasti dan terpaksa menunggu dengan harapan bisa menemukan pekerjaan atau kembali ke kampung halaman.

BP3MI Medan telah memberikan arahan kepada para PMI tersebut untuk mencari pekerjaan di Medan atau mencari keluarga atau kenalan yang dapat membantu mereka untuk kembali ke daerah asal. PADMA Sumatera Utara berkomitmen untuk membantu memfasilitasi pencarian pekerjaan bagi mereka agar dapat membeli tiket pulang. Jika sudah ada anggota keluarga yang dapat membelikan tiket, mereka dapat langsung kembali ke kampung halaman.

Alfons juga menghimbau kepada keluarga di NTT untuk lebih berhati-hati terhadap bujuk rayu dan janji manis dari para perekrut yang menawarkan pekerjaan di luar negeri. “Kami mengingatkan agar semua keluarga di NTT waspada dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming pekerjaan yang belum jelas kejelasannya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....