Pemerintah Manggarai Barat Salurkan Mesin Pompa Air untuk Bantu Petani Atasi Gagal Panen

  • 07 Okt 2024 10:14 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang tengah melanda daerah tersebut. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, menyalurkan sejumlah bantuan berupa mesin pompa air serta irigasi perpompaan kepada para petani di wilayah ini guna mengatasi potensi gagal tanam dan gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, Lorensius Halu, menyatakan , situasi kemarau yang berkepanjangan sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan di berbagai kecamatan. Untuk itu, pemerintah berinisiatif memberikan solusi dengan menyalurkan mesin pompa air dan membangun irigasi perpompaan.

“Kami menyalurkan irigasi perpompaan sebanyak sembilan unit, dengan enam unit sudah berfungsi dan tiga unit lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujar Lorensius dalam wawancara di Pro 1 RRI Ende, Senin (7/10/2024).

Selain irigasi perpompaan, pemerintah juga telah mendistribusikan 119 unit mesin sedot air yang didistribusikan ke berbagai kelompok tani di Manggarai Barat. Bantuan ini disalurkan untuk mendukung pengairan lahan sawah yang tidak terjangkau oleh sistem irigasi yang sudah ada, terutama di daerah-daerah yang mengalami penurunan debit air.

Mesin sedot tersebut disalurkan ke beberapa kecamatan, termasuk Komodo, Boleng, Macang Pacar, dan Lembor Selatan. Setiap kelompok tani yang menerima bantuan mesin sedot untuk mengairi sekitar 10 hektare lahan sawah.

"Total ada 119 unit mesin sedot yang telah didistribusikan kepada kelompok-kelompok tani yang benar-benar membutuhkan," jelas Lorensius.

Tak hanya mesin sedot dan irigasi perpompaan, pemerintah juga membangun sumur tanah dalam sebanyak dua unit serta irigasi perpipaan sebanyak 18 unit yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

"Semua langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air bagi para petani dan mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan akibat musim kemarau panjang," tambahnya.

Sebagian besar bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, ditambah dengan kontribusi dari pemerintah daerah Manggarai Barat. Selain bantuan-bantuan tersebut, pemerintah juga menyalurkan traktor roda dua sebanyak 38 unit kepada kelompok-kelompok tani.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....