Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Maumere Jelang Lebaran
- 23 Mar 2026 08:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Ribuan penumpang tiba di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada puncak arus mudik H-1 Idul Fitri, Jumat 20 Maret 2026 malam. Lonjakan penumpang terjadi seiring momentum malam takbiran yang menjadi penanda meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kedatangan penumpang didominasi pengguna jasa kapal laut yang turun secara bersamaan. Situasi ini membuat area dermaga tampak padat dengan aktivitas bongkar muat penumpang dan barang bawaan.
Salah satu penumpang KM Bukit Siguntang, Aulia, mengaku memilih kapal laut karena biaya yang lebih terjangkau. Ia juga membawa banyak barang sehingga moda transportasi ini dinilai paling sesuai.
“Harga tiket kapal diskon, jadi murah, suasana di atas kapal ramai,” ujarnya. Aulia menambahkan, dirinya memanfaatkan libur kerja untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.
Perempuan asal Waiwerang, Kabupaten Lembata itu mengaku rindu suasana Lebaran di kampung halaman. Ia berencana menikmati hidangan khas seperti ketupat dan opor ayam bersama keluarga tercinta.
Kepala Pelni Cabang Maumere, Daulat Apul Gervasius Naibaho, menyebut jumlah penumpang yang turun mencapai 1.218 orang, sementara 450 lainnya naik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
KM Bukit Siguntang diketahui melayani rute panjang dari Nunukan, Balikpapan, Pare-Pare, Makassar hingga Maumere. Kapal tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lewoleba dan Kupang sebelum kembali lagi ke Maumere.
Menurut Apul, puncak arus mudik ditandai dengan malam takbiran dan lonjakan signifikan jumlah penumpang. Penumpang terbanyak tercatat berasal dari Balikpapan dan Makassar, sementara tujuan favorit keberangkatan adalah Kupang.
Pada waktu yang hampir bersamaan, KM Lambelu juga dijadwalkan tiba dari Bau-Bau sekitar pukul 21.30 Wita. Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 441 penumpang turun dan 538 penumpang naik dari Maumere.
Untuk mengantisipasi kepadatan, sejumlah pihak seperti KSOP, Pelindo, Pelni, TNI, dan Polri melakukan pengaturan intensif di lapangan. Upaya dilakukan dengan mempercepat proses debarkasi, mengatur lalu lintas kendaraan, serta memperketat pengawasan di area pelabuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....