Pawai Obor Lintas Iman Semarakkan Takbiran Sikka

  • 21 Mar 2026 16:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Gema takbir yang berpadu dengan cahaya ratusan obor mewarnai malam takbiran di Kabupaten Sikka, Jumat 20 Maret 2026. Suasana tersebut menjadi penanda datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang disambut penuh suka cita.

Pawai obor dimulai dari Masjid Al-Muhajirin Perumnas Maumere dan diikuti ratusan Remaja Masjid (Remas). Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Perumnas yang berjalan beriringan.

Kebersamaan lintas iman ini bukan kali pertama terjadi di Sikka. Tradisi kolaborasi antara OMK dan Remas telah memasuki tahun keempat sejak mulai dikoordinasikan secara bersama.

RD Yakobus Donisius Migo yang hadir mewakili Uskup Maumere menyampaikan pesan persaudaraan di hadapan peserta pawai. Ia menegaskan bahwa gema takbir merupakan ungkapan iman yang mampu membangun jembatan dialog antarumat beragama.

Menurutnya, setiap ungkapan iman yang tulus selalu membuka jalan bagi perjumpaan dan persaudaraan. Hal itu sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam pesannya, ia menekankan tiga hal penting terkait makna kebersamaan. Pertama, perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dijalani secara berdampingan.

Kedua, iman tidak menjadi pemisah, tetapi justru mendorong untuk saling merangkul. Ketiga, keberagaman dipandang sebagai rahmat yang memperkaya kehidupan bersama.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk merawat persaudaraan melalui tindakan nyata. Ajakan tersebut diwujudkan dalam sikap saling menghormati dan melindungi di tengah kehidupan sosial.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Muhajirin, Haji Supardi Wahab, mengapresiasi keterlibatan aktif pemuda lintas agama. Ia menyebut kolaborasi tersebut telah menjadi tradisi yang terus dijaga dan diwariskan.

Menurut Supardi, komunikasi antar pemuda sudah dibangun sejak jauh hari sebelum pelaksanaan. Bahkan, perwakilan OMK telah datang untuk bersilaturahmi dan membahas teknis kegiatan.

Ia menambahkan, dukungan juga datang dari pihak Keuskupan Maumere yang menyatakan kesiapan untuk terlibat. Hal ini semakin memperkuat semangat toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Terkait perbedaan waktu perayaan Idul Fitri, Supardi menilai hal itu bukan persoalan. Fokus utama warga Sikka adalah menjaga kebersamaan serta memberikan teladan toleransi bagi generasi muda

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....