Lebih Ramah Lingkungan, Malam Takbiran di Labuan Bajo Tahun Ini Bebas Polusi

  • 19 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Perayaan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Labuan Bajo tahun ini akan berlangsung dengan nuansa berbeda. Tanpa iring-iringan kendaraan bermotor, masyarakat diajak merayakan malam kemenangan melalui kegiatan jalan kaki bersama yang lebih ramah lingkungan.

Kebijakan ini ditetapkan oleh Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan udara dan kenyamanan kota. Ketua PHBI Manggarai Barat,H. Djainuddin Haji Ali, mengatakan konsep tersebut diharapkan mampu menekan polusi dan kebisingan yang selama ini identik dengan takbiran menggunakan kendaraan.

“Tahun ini sedikit berbeda, kita mencoba mengurangi polusi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari yang biasanya berkendaraan, kita ubah ke jalan kaki mengelilingi kota,” ujarnya, dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Kamis 19 Maret 2026.

Menurutnya, selain ramah lingkungan, konsep takbir jalan kaki juga menghadirkan suasana kebersamaan yang lebih terasa di tengah masyarakat. Interaksi antarwarga dinilai akan lebih hangat dibandingkan saat mengikuti konvoi kendaraan.

“Dengan berjalan kaki, kebersamaan itu lebih terasa, lebih dekat secara emosional, dan suasananya juga lebih tertib,” katanya.

Adapun guna menjaga nuansa visual tetap menarik tanpa menimbulkan polusi, PHBI mengimbau peserta tidak menggunakan obor bambu tradisional yang menghasilkan asap. Sebagai alternatif, masyarakat diminta memanfaatkan lampu ponsel pintar atau senter kecil selama perjalanan.

“Media penyinarannya kita tidak pakai obor, tapi menggunakan lampu HP atau senter kecil. Itu agar nuansa cahayanya tetap ada namun tetap bersih,” ucapnya.

Rute takbiran akan dimulai dari Masjid Agung Nurul Falaq Labuan Bajo dan berakhir di kawasan Waterfront City Marina Labuan Bajo. Sepanjang perjalanan, peserta diharapkan tetap menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan.

PHBI berharap langkah ini dapat menjadi contoh pelaksanaan perayaan keagamaan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang, khususnya di Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, di mana kemeriahan dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....