Salat Tepat Waktu Latih Disiplin dan Ketenangan Umat Muslim
- 17 Mar 2026 17:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Menjaga salat tepat waktu bukan sekadar kewajiban, tetapi juga latihan membangun disiplin dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Fathur Rahman Ola dalam program Tauladan (Tanya Ustaz di Bulan Ramadan) yang disiarkan langsung dari studio RRI, Selasa sore, 3 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa waktu salat memiliki tingkatan, mulai dari waktu utama (fadilah), waktu ikhtiar, hingga waktu uzur.
Menurutnya, melaksanakan salat di awal waktu menjadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan nilai spiritual yang lebih tinggi.
Sementara itu, waktu ikhtiar masih diperbolehkan, namun tidak memiliki keutamaan seperti di awal waktu, sedangkan waktu uzur menjadi batas akhir yang tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menunda ibadah.
“Salat itu bukan beban, tetapi kebutuhan ruh manusia,” ujarnya.
| Baca juga: OSIM dan DKA MAN Ende Hidupkan Makna Ramadan |
Ia menekankan bahwa salat menjadi penanda utama dalam kehidupan seorang Muslim.
Tanpa pelaksanaan salat, pengakuan iman dinilai tidak akan kuat dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pembagian waktu salat yang tersebar sepanjang hari sebenarnya melatih manusia untuk menjaga keseimbangan hidup.
Ritme tersebut mengajarkan bagaimana mengatur waktu antara bekerja, beristirahat, dan menjaga hubungan spiritual dengan Tuhan.
Dalam suasana Ramadan, menurutnya, menjaga salat tepat waktu menjadi lebih mudah karena didukung lingkungan yang lebih kondusif.
Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas ibadah di masjid serta semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga waktu salat sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan kehidupan spiritual yang lebih terarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....