Penyuluh Kemenag Ende Jelaskan Fikih Menyambut Idul Fitri
- 15 Mar 2026 17:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Ivon Erawati Emba, menjelaskan pentingnya pemahaman fikih dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri bagi umat Islam. Penjelasan tersebut disampaikan dalam Dialog Ramadan yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Ende pada Minggu, 15 Maret 2026.
Menurut Ivon, fikih Idul Fitri merupakan pemahaman tentang hukum syariat yang mengatur tata cara menyambut, melaksanakan, dan merayakan hari raya sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW. Pemahaman ini diperlukan agar perayaan Idul Fitri tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga bernilai ibadah.
Ia menjelaskan, Idul Fitri menjadi momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menyambutnya dengan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sejak malam hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.
Selain itu, kewajiban menunaikan zakat fitrah juga menjadi bagian penting dalam fikih Idul Fitri. Zakat fitrah berfungsi sebagai penyucian diri setelah berpuasa sekaligus bentuk kepedulian sosial agar masyarakat kurang mampu turut merasakan kebahagiaan di hari raya.
| Baca juga: Puasa sebagai Perisai Emosi dan Karakter |
Ivon juga mengingatkan beberapa sunah yang dianjurkan pada hari Idul Fitri, di antaranya mandi sebelum salat Id, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Umat Islam juga dianjurkan mempererat silaturahmi dan saling memaafkan sebagai wujud memperbaiki hubungan sesama manusia.
Ia menambahkan, semangat ibadah yang dibangun selama Ramadan sebaiknya tetap dijaga meskipun bulan suci telah berakhir. Kebiasaan baik seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga salat, serta memperbaiki perilaku diharapkan terus dilakukan secara istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....