Maaf yang Tulus, Membedah Makna Silaturahmi yang Sesungguhnya
- 14 Mar 2026 16:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Salah satu nilai yang sangat ditekankan adalah saling memaafkan dan mempererat silaturahmi sebagai bagian dari penyucian hati dan penguatan ukhuwah.
Dalam dialog Ramadan,Sabtu, 14 Maret 2026 bersama Ustad Syafrudin Muthalib, SH, dijelaskan bahwa makna memaafkan tidak sekadar diucapkan secara lisan, tetapi harus lahir dari ketulusan hati. Menurutnya, sikap tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun silaturahmi yang sejati.
“Meminta maaf dan memberi maaf itu bukan hanya formalitas. Yang paling penting adalah ketulusan hati untuk benar-benar membersihkan diri dari rasa dendam, iri, maupun prasangka buruk kepada orang lain,” ujar Ustad Syafrudin.
Ia menambahkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Melalui ibadah puasa, umat Islam diajak untuk menahan emosi, mengendalikan diri, serta memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
Menurutnya, silaturahmi dalam Islam memiliki makna yang sangat luas. Tidak hanya sekadar berkunjung atau saling menyapa, tetapi juga menjaga hubungan baik, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahmi yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menjaga hubungan baik dengan siapa pun, tanpa melihat latar belakang. Dengan silaturahmi, hati menjadi lapang dan kehidupan sosial menjadi lebih harmonis,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sikap memaafkan juga membawa dampak positif bagi kehidupan pribadi. Orang yang mampu memaafkan dengan tulus akan memiliki ketenangan batin dan terhindar dari beban emosi yang dapat merusak hubungan sosial.
Di akhir dialog, Ustad Syafrudin mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, saling memaafkan dengan tulus, serta menjaga silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam yang membawa kedamaian.
Melalui semangat Ramadan, diharapkan nilai-nilai kasih sayang, kebersamaan, dan saling menghargai dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....