Polres Mabar Gelar Apel Operasi Ketupat Turangga 2026 Amankan Lebaran
- 12 Mar 2026 13:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kepolisian Resor Manggarai Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di lapangan apel Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 12 Maret 2026. Apel tersebut menandai kesiapan aparat dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel dipimpin langsung Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang. Kegiatan ini melibatkan personel lintas sektoral, mulai dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah hingga Basarnas.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keamanan selama masa mudik dan perayaan Lebaran, terlebih Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional.
“Keamanan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas bukan hanya soal angka kriminalitas, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan. Sinergitas seluruh pihak sangat penting dalam pengamanan ini,” ujarnya.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres, disebutkan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini juga perlu memperhatikan dinamika global yang berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi nasional. Oleh karena itu, aparat diminta memantau stabilitas ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM) di daerah.
“Ketersediaan bapokting dan BBM harus dipantau secara ketat agar tidak terjadi kelangkaan maupun panic buying di tengah masyarakat,” kata Christian.
Operasi Ketupat Turangga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Di wilayah Manggarai Barat, sekitar 40 personel disiagakan untuk mengisi sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis, seperti pelabuhan, bandara, serta pusat keramaian.
Selain pengaturan lalu lintas dan pengamanan arus mudik, personel juga diminta melakukan patroli rutin, termasuk memantau rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.
“Tugas kita memastikan masyarakat yang merayakan Idulfitri dapat merasa aman dan nyaman. Laksanakan patroli secara rutin dan berikan pelayanan terbaik di pos pengamanan,” ungkapnya.
Kapolres juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan lebat dan bencana hidrometeorologi selama periode mudik.
“Kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, baik dari sisi personel maupun sarana prasarana untuk penanganan bencana,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada akhir Maret 2026.
Apel gelar pasukan tersebut diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2026 berjalan lancar dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat selama perayaan Idulfitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....