Jamin Keamanan Daging jelang Lebaran, Dinas Peternakan Mabar Perketat Pengawasan

  • 12 Mar 2026 09:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan ketersediaan daging dan telur di wilayah tersebut dalam kondisi aman serta mencukupi menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat, Abidin, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan intensif di berbagai titik penjualan, seperti pasar tradisional, swalayan, hingga toko-toko penjual produk pangan asal hewan.

“Pemantauan ini sudah kami lakukan sejak beberapa minggu terakhir untuk memastikan stok tersedia dan produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Abidin saat dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Kamis 12 Maret 2026.

Berdasarkan data terbaru, stok bahan pangan asal hewan di Manggarai Barat saat ini tergolong stabil. Ketersediaan telur segar tercatat sekitar 13.500 kilogram. Sementara itu, daging ayam beku mencapai sekitar 40.000 kilogram dan daging ayam olahan sekitar 5.867 kilogram.

Selain itu, populasi ayam hidup yang tersedia di pasaran tercatat sebanyak 8.402 ekor. Untuk daging sapi dan kerbau, rata-rata sekitar 500 kilogram daging diproduksi setiap hari dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Lebih lanjut, Abidin menyampaikan, untuk memastikan kualitas produk yang beredar memenuhi standar ASU (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), pihaknya melakukan sejumlah langkah pengawasan.

Petugas dinas secara rutin mengambil sampel daging dari berbagai pasar setidaknya sekali dalam seminggu untuk diuji di laboratorium. Selain itu, pemeriksaan hewan di Rumah Pemotongan Hewan juga dilakukan melalui tahapan pemeriksaan sebelum penyembelihan (ante-mortem) dan setelah penyembelihan (post-mortem).

Tidak hanya di pasar, pengawasan juga dilakukan di luar wilayah perkotaan melalui petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di setiap kecamatan untuk memantau peredaran hewan ternak dan produk daging. Dirinya juga mengimbau masyarakat dan para peternak agar tidak menyembelih ataupun mengonsumsi hewan yang sakit.

“Jangan sampai masyarakat mengonsumsi daging yang berasal dari hewan sakit. Jika menemukan hewan yang dicurigai sakit, segera laporkan kepada petugas di kecamatan agar dapat ditangani terlebih dahulu,” katanya.

Selain itu, menurutnya langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi daging saat perayaan Idulfitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....