Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Sidak Pasar Labuan Bajo
- 07 Mar 2026 18:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Nasional melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi pangan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu 7 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok serta menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tim gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satreskrim Polres Manggarai Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta Perum Bulog Labuan Bajo. Sidak dilakukan di beberapa titik strategis yang menjadi bagian dari rantai distribusi pangan, mulai dari pasar rakyat hingga gudang penyimpanan dan distributor.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan sidak menyasar tiga lokasi utama, yakni Pasar Rakyat Batu Cermin, Gudang Bulog Labuan Bajo, dan distributor daging Ntala Artah Boga.
“Hari ini kami melakukan pengecekan di tiga lokasi utama, yaitu Pasar Batu Cermin, Gudang Bulog, serta distributor daging. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus memantau perkembangan harga di lapangan,” ujar AKP Lufthi saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Di Pasar Rakyat Batu Cermin, tim mendapati sebagian besar harga bahan pokok masih dalam batas wajar. Beras SPHP dari Bulog dijual dengan harga sekitar Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.
Namun, beberapa komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Bawang merah dan bawang putih tercatat dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, sementara harga cabai rawit mencapai Rp75.000 per kilogram.
Menurut AKP Lufthi, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh pasokan yang masih bergantung pada daerah lain.
“Pasokan bawang dan cabai saat ini sebagian besar didatangkan dari Bima dan Sulawesi. Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah ini membuat harga komoditas tersebut cenderung mengalami kenaikan,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Batu Cermin, Riki Umbu (45), mengatakan ketersediaan beras di pasar masih cukup dan belum terjadi lonjakan harga yang signifikan.
“Untuk beras sejauh ini masih stabil. Stok juga masih ada, jadi pembeli tidak terlalu khawatir,” ungkapnya.
Selain memantau kondisi pasar, tim Satgas Pangan juga melakukan pengecekan stok di Gudang Bulog Labuan Bajo. Dari hasil pengecekan, cadangan beras dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setelah Idul Fitri.
AKP Lufthi menyebutkan saat ini Bulog memiliki stok beras sekitar 456 ton, termasuk 110 ton beras hasil penyerapan dari petani lokal Manggarai. Selain itu, stok minyak goreng bersubsidi Minyakita juga tersedia sekitar 90.000 liter dengan harga eceran Rp14.500 per liter.
“Stok beras dan minyak goreng dipastikan cukup hingga setelah perayaan Idul Fitri. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.
Satgas Pangan juga melakukan pengecekan di distributor daging Ntala Artah Boga. Di lokasi tersebut, daging sapi impor asal Australia dijual sekitar Rp120.000 per kilogram untuk memenuhi kebutuhan pasar hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Labuan Bajo.
Secara umum, Satgas Pangan memastikan ketersediaan bahan pokok penting di Labuan Bajo masih dalam kondisi aman meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas.
“Kami juga mengingatkan para pedagang dan distributor agar tidak menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) atau melakukan penimbunan barang. Jika ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata AKP Lufthi.
Melalui pemantauan rutin ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga bahan pangan pokok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....