Dialog Ramadan Ajak Umat Menata Niat

  • 20 Feb 2026 14:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Dialog Ramadan bertema menata niat dan menjemput rahmat, Kamis, 19 Februari 2026 mengajak umat Islam unyuk menata niat. Dialog menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Fatur Rahman Ola. Program ini membahas makna mendasar puasa bagi umat muslim.

Fatur Rahman Ola menyatakan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia menegaskan Ramadan menjadi momentum membersihkan hati dan meluruskan niat beribadah. Ia mengajak umat menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual.

Ia menjelaskan niat menjadi fondasi utama setiap amalan seorang muslim. “Segala amal bergantung pada niatnya,” katanya. Ia mengingatkan puasa harus dilandasi keikhlasan karena Allah.

Menurutnya, puasa tanpa niat yang benar hanya menjadi rutinitas tahunan. Ia menilai Ramadan harus menjadi perjalanan spiritual yang mengubah perilaku. Ia mendorong umat melakukan evaluasi diri sejak hari pertama.

Fatur mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa. Ia menyebut tujuan puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. "Takwa berarti mengendalikan hawa nafsu", katanya.

Ia menjelaskan puasa melatih kemerdekaan jiwa dari ketergantungan duniawi. Puasa mengarahkan hati agar fokus kepada Allah. Ia menilai latihan ini membentuk karakter yang lebih sabar.

Terkait rahmat Ramadan, ia menyampaikan setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Balasan puasa, menjadi hak Allah secara langsung. Ia menyebut kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

Ia mengingatkan rahmat sering terlewat akibat emosi yang tidak terkendali. Ia mengajak umat menjaga ketenangan di rumah dan tempat kerja. Ia menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

“Jadikan puasa sebagai perisai saat emosi muncul,” ujarnya. Ia mencontohkan anjuran mengucap sedang berpuasa ketika marah. Ia menilai cara itu efektif meredam amarah.

Fatur juga menyampaikan pesan bagi pendengar yang menghadapi tekanan hidup. Ia mengajak umat mendekat kepada Allah melalui doa dan sujud. Ia menegaskan setiap ujian pasti sesuai kemampuan hamba.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas dibanding kuantitas ibadah. Dua rakaat dengan khusyuk, lebih bermakna daripada banyak rakaat tanpa penghayatan. Ia berharap Ramadan membentuk akhlak yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....