BRI Maumere Dorong Pedagang Takjil Gunakan QRIS

  • 20 Feb 2026 06:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Ratusan pedagang usaha kecil menengah (UKM) di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, mulai memadati sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, untuk berjualan takjil selama Ramadan. Ruas jalan tersebut setiap sore dipenuhi warga yang berburu menu berbuka puasa hingga memicu antrean cukup panjang.

Kondisi itu kerap diperparah dengan keterbatasan uang pecahan kecil di tangan pedagang. Tidak sedikit transaksi tersendat karena pedagang kesulitan mengembalikan selisih pembayaran dari pembeli yang menggunakan uang nominal besar.

Situasi tersebut mendorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Maumere menawarkan solusi transaksi digital melalui QRIS BRI. Langkah ini dilakukan langsung di lokasi sentra takjil pada Kamis 19 februari 2026 sore.

Kepala Cabang BRI Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan, mengatakan QRIS BRI mempermudah pembayaran tanpa uang tunai sehingga pedagang tidak lagi direpotkan persoalan uang kembalian. Menurut dia, QRIS merupakan standar pembayaran berbasis kode QR dari Bank Indonesia yang dirancang agar transaksi lebih mudah, cepat, dan aman.

Ia menegaskan, penggunaan QRIS tidak membatasi jenis rekening pembeli. Nasabah dari berbagai bank dapat memanfaatkan satu kode QR yang sama untuk menyelesaikan transaksi.

Tidak hanya menyampaikan imbauan, I Nyoman bersama staf BRI Maumere turun langsung melakukan akuisisi pedagang. Mereka mendatangi lapak satu per satu dan menawarkan pendaftaran QRIS sebagai alternatif pembayaran.

Dalam waktu sekitar 30 menit, tercatat 15 pedagang menyatakan minat untuk beralih ke transaksi digital. Sebagai bentuk apresiasi, BRI juga menyerahkan bingkisan berupa minyak goreng dan cangkir kepada pedagang yang mendaftar.

Funding Transaksi BRI Cabang Maumere, Yune Melania Tnome, menjelaskan seluruh pendaftaran yang terkumpul langsung diproses pada hari yang sama. Ia memastikan aktivasi QRIS tidak memerlukan waktu lama setelah data dan kata sandi diterbitkan.

Menurut Yune, peredaran uang pecahan kecil yang semakin terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang takjil dengan harga jual rata-rata Rp5.000 hingga Rp10.000. Dengan QRIS BRI, kata dia, pedagang tidak lagi dipusingkan mencari uang kembalian, sementara pembeli dapat bertransaksi cepat tanpa membawa uang tunai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....