Cape Verde Pulang dengan Kepala Tegak, Dunia Kini Tak Lagi Memandang Sebelah Mata

  • 04 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Cape Verde menjadi negara berpenduduk paling kecil (530 ribu jiwa) yang pernah mencapai babak gugur Piala Dunia setelah kalah 2-3 dari Argentina di babak 32 besar.
  • Tim Afrika itu mempertahankan pencapaian impresif dengan menahan Spanyol tanpa gol, bermain imbang melawan Uruguay dan Arab Saudi, tanpa pernah kalah dengan selisih lebih dari satu gol.
  • Pelatih Pedro Brito dan dunia sepak bola mengakui bahwa ukuran negara tidak menentukan besarnya mimpi, dengan Cape Verde membuktikan bahwa disiplin permainan dan kepercayaan diri adalah kunci kesuksesan.

RRI.CO.ID, Ende – Cape Verde mungkin gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 32 besar. Namun, debutan asal Afrika itu pulang dengan kepala tegak setelah mencuri perhatian dunia lewat penampilan yang melampaui ekspektasi.

Negara kepulauan di Samudra Atlantik dengan populasi sekitar 530 ribu jiwa itu menjadi negara berpenduduk paling kecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia. Pada penampilan perdananya, mereka melaju hingga babak gugur dan memaksa juara bertahan Argentina bekerja keras sampai babak perpanjangan waktu.

Keberhasilan itu dibangun melalui organisasi permainan yang disiplin dan pertahanan yang solid sepanjang turnamen. Bahkan sebelum laga 32 besar, pelatih Argentina Lionel Scaloni telah mengingatkan bahwa Cape Verde bukan lawan yang layak dipandang sebelah mata.

Cape Verde menahan Spanyol tanpa gol, bermain imbang melawan Uruguay dan Arab Saudi, sebelum akhirnya kalah tipis 2-3 dari Argentina. Catatan tersebut menunjukkan mereka tidak pernah kalah dengan selisih lebih dari satu gol sepanjang turnamen.

Pelatih Pedro "Bubista" Brito mengatakan pencapaian itu membuktikan ukuran sebuah negara tidak menentukan besarnya mimpi. Menurutnya, setiap negara berhak bermimpi dan tidak ada yang mustahil selama para pemain percaya pada kemampuan mereka.

Penampilan Cape Verde juga mendapat pengakuan dari dunia sepak bola. Scaloni mengakui Argentina harus bekerja keras untuk meraih kemenangan, sedangkan Marco Materazzi menyebut Cape Verde sebagai salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026.

Cape Verde memang pulang tanpa trofi, tetapi mereka membawa pulang sesuatu yang tak kalah berharga, yakni respek dunia. Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa negara kecil pun mampu bersaing dan mengubah cara dunia memandang sepak bola mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....