Mendagri: Nobar Piala Dunia Momentum Hiburan dan Pertumbuhan Ekonomi
- 19 Jun 2026 15:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai pelaksanaan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 dapat menjadi momentum menghadirkan hiburan sehat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nobar sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.
Hal tersebut disampaikan Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta Penandatanganan Surat Edaran Bersama dan Penyerahan Sampul Peringatan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin 15 Juni 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Mendagri menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026. Melalui surat itu, gubernur, bupati, dan wali kota diimbau menyiapkan lokasi strategis dan ruang publik sebagai tempat penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.
"Saya sudah membuat surat edaran untuk menjadi landasan rekan-rekan kepala daerah untuk membuat kebijakan, membuat turunannya, edaran kepada camat, kepala desa untuk membuat nonton bareng. Ini lumayan dari tanggal 11 Juni sampai 19 Juli," kata Tito Karnavian.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah juga diminta menggerakkan perangkat daerah untuk mendukung pelaksanaan nobar melalui penyediaan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan, hingga dukungan teknis lainnya.
Selain itu, Mendagri mengimbau agar pelaksanaan nobar dikoordinasikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Menurut Tito, ajang Piala Dunia merupakan kesempatan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan ruang hiburan yang positif bagi masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Ini momentum juga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat sistem ekonomi jadi bergerak. Kalau ada nobar otomatis masyarakat kumpul, di situ ada dorongan untuk UMKM bergerak," ujarnya.
Mendagri juga mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik daerah (BUMD), dunia usaha, serta komunitas kepemudaan agar manfaat ekonomi dari kegiatan nobar dapat dirasakan lebih luas.
Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengapresiasi langkah Kemendagri yang mendorong penyelenggaraan nobar di berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan TVRI, kegiatan nobar berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp2,34 triliun selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi pelaksanaan nobar di 5.864 lokasi aktif selama 50 malam dengan melibatkan rata-rata empat pelaku UMKM di setiap lokasi.
Pemerintah berharap dukungan daerah terhadap pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....