Pelatih SMK St. Vincentius Ndona: Mental Juara Jadi Pembeda Pemain

  • 31 Mei 2026 11:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Pelatih SMK St. Vincentius Ndona, Yuventus Bari, menegaskan pentingnya mental juara dalam sepak bola. Menurutnya, kemampuan teknis yang baik harus didukung kedisiplinan dan mental kuat agar pemain mampu tampil konsisten di berbagai situasi pertandingan.

Dalam wawancara pada program Pro 2 RRI Ende, Yuventus mengatakan profesi pelatih tidak hanya berkaitan dengan strategi dan taktik, tetapi juga menuntut dedikasi serta kemampuan membentuk karakter pemain.

Menurutnya, seorang pelatih harus mampu memahami karakter setiap pemain, menjaga motivasi tim, serta menghadapi berbagai tantangan selama kompetisi berlangsung.

Yuventus memulai karier kepelatihannya pada 2015 bersama Persando Ndona. Sejak itu, ia menangani sejumlah tim, di antaranya Kecamatan Ndona, Manulondo FC, tim Liga 3 Perse Ende, hingga tim Suratin yang berlaga di Kupang pada 2023 dan 2024.

“Tantangan terbesar seorang pelatih adalah menyiapkan tim dalam waktu yang terbatas, menyatukan visi dengan ofisial dan manajemen, serta membangun kesamaan tujuan dengan para pemain,” ujarnya.

Ia menilai terdapat perbedaan mendasar antara pemain hebat dan pemain yang memiliki mental juara. Menurutnya, pemain hebat memiliki kemampuan alami yang baik, sedangkan pemain bermental juara mampu mengatasi tekanan, menjaga konsistensi, dan menjadi penentu ketika tim menghadapi situasi sulit.

“Yang selalu saya tanamkan kepada pemain adalah disiplin dan tidak cepat puas diri. Kalau ingin berkembang, dua hal itu harus selalu dijaga,” katanya.

Menyambut Piala Dunia 2026, Yuventus memprediksi persaingan akan semakin menarik dengan keikutsertaan 48 negara. Penambahan peserta dinilai membuka peluang lahirnya kejutan dari negara-negara yang sebelumnya tidak masuk dalam kelompok unggulan.

Ia menyebut Argentina, Brasil, Inggris, Belanda, dan Jerman sebagai kandidat kuat untuk melaju jauh dalam turnamen. Namun, negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan juga dinilai berpotensi memberikan kejutan.

“Tahun ini persaingan akan lebih ramai. Dengan jumlah peserta yang bertambah, kemungkinan munculnya kejutan dari tim-tim nonunggulan juga semakin besar,” ujarnya.

Selain itu, Yuventus menyoroti kondisi sejumlah pemain bintang dunia, termasuk Neymar yang sempat mengalami cedera. Meski demikian, ia menilai pengalaman dan kualitas pemain Brasil tersebut masih menjadi aset penting bagi tim nasionalnya.

Dalam kesempatan itu, Yuventus juga mengapresiasi TVRI dan RRI yang menyiarkan Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat, termasuk di daerah, dapat mengikuti pertandingan secara langsung.

“Kami berharap TVRI dan RRI tetap konsisten menghadirkan siaran olahraga internasional. Kehadiran kedua media ini sangat membantu masyarakat untuk mengikuti berbagai momen olahraga dunia,” tuturnya.

Ia berharap Piala Dunia 2026 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berlatih, bekerja keras, dan membangun mental juara demi meraih cita-cita di dunia sepak bola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....