Atlet Shoto-Kai Manggarai Sabet Puluhan Medali Piala Gubernur NTT

  • 30 Jun 2026 10:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Torehan membanggakan di kancah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diukir oleh putra-putri terbaik Kabupaten Manggarai. Berlaga dalam ajang Kejuaraan Karate Shoto-Kai Open Turnamen memperebutkan Piala Gubernur NTT yang berlangsung selama tiga hari (26–28 Juni 2026), 15 kontingen altet Shoto-Kai Manggarai sukses membawa pulang puluhan medali, baik di kelas Open maupun Kelas Festival.

Pada kategori Open, kontingen Manggarai meraih 2 medali emas, masing-masing dipersembahkan oleh Maria Y. Dengor (Kata Perorangan Senior Putri) dan Gracia C. Rahap (Kumite +61 Kg Kadet Putri). Selain itu, kontingen Manggarai juga meraih 4 medali perak.

Peraih medali perak pada ajang tersebut yakni Tristan A.M. Djohan dari nomor Kata Perorangan Pra Pemula Putra, Yuliana V. Palur dari nomor Kata Perorangan Kadet Putri, Angela V. Rendy dari nomor Kumite +61 Kg Kadet Putri, serta Rosalia R.D. Sau dari nomor Kumite -59 Kg Junior Putri.

Sementara itu, 4 medali perunggu diraih oleh Hiasiantus O. Saputra pada nomor Kata Perorangan Senior Putra dan Kumite -70 Kg Senior Putra, Alexander A. Nabur pada nomor Kata Perorangan Senior Putra dan Kumite -75 Kg Senior Putra, Yuliana V. Palur pada nomor Kumite -61 Kg Kadet Putri, serta Maria Y. Dengor pada nomor Kumite -68 Kg Senior Putri.

Pada kategori Festival, para atlet muda mengoleksi 4 medali emas, diraih oleh Bonfillio F.D. Djohan ( Kata SD Putra), Brilliani S.P.I. Djohan ( Kata SMP Putri), Fernando G. Leonel (Kata SMP Putra), dan Brilliany S.N.P. Djohan ( Kata SMP Putri).

Selain itu, kontingen juga meraih 6 medali perak yang dipersembahkan oleh Bonfillio F.D. Djohan (Kumite SD Putra), Tristan A.M. Djohan ( Kumite SD Putra), Clarensia K. Ngare (Kata SMP Putri), Brilliani S.N.P. Djohan ( Kumite SMP Putri), Yosefina I. Kana (Kata SMP Putri), dan Tristan A.M.D. Djohan (Kata SD Putra).

Mirisnya, di balik prestasi gemilang tersebut tersimpan kisah perjuangan yang penuh keterbatasan.Ketua Shoto-Kai Kabupaten Manggarai, Agus Ramauti, mengungkapkan bahwa minimnya dana operasional membuat keberangkatan kontingen menuju Kupang nyaris sepenuhnya dibiayai secara mandiri oleh para orang tua atlet.

Bahkan, dari rencana awal yang hendak memberangkatkan 23 atlet, kuotanya terpaksa dipangkas menjadi 15 atlet saja akibat keterbatasan biaya. Keberangkatan mereka pun sepenuhnya ditopang melalui swadaya dari orang tua masing-masing.

"Orang tua semua yang tanggung semua transport, sumber dana lain ada dari donatur dan itu pun tidak seberapa bantuan dari donatur tersebut, dan dana lain itu patungan dari para pelatih," tutur Agus saat diwawancarai RRI, Senin malam 29 Juni 2026.

Agus menceritakan bahwa keikutsertaan dalam kejuaraan ini merupakan agenda rutin perguruannya. "Di Manggarai ketuanya saya, dan ikut turnamen seperti ini memang sudah menjadi program rutin di aliran kami," ujarnya.

Sayangnya, agenda rutin ini kurang mendapat dukungan optimal akibat minimnya bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Manggarai. Dari proposal Rp5 juta yang dijanjikan melalui pengurus FORKI, pihak kontingen hanya menerima setengahnya, yaitu Rp2,5 juta hingga turnamen berakhir.

"Itu pun baru dikirim setelah saya mengeluh karena kami kehabisan dana untuk biaya makan anak-anak di sini," katanya.

Demi menghemat anggaran selama bertanding di Kupang, seluruh kontingen terpaksa menumpang di sebuah rumah kosong milik seorang warga Manggarai asal Rahong Utara, bernama Bapak Paulus Jemarus yang saat ini tinggal di Tenda-Ruteng.

"Sebelum berangkat, saya mendatangi beliau di Tenda untuk meminta izin menggunakan rumah kosongnya di Kupang. Respons beliau sangat luar biasa. Beliau sampaikan, hanya itu yang bisa saya bantu, yang penting anak-anak Manggarai punya semangat untuk maju," ungkapnya.

Meski didera keterbatasan finansial, Agus tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah memberikan ruang bagi anak asuhnya untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan di cabang olahraga karate. Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa dukungan finansial dari pemerintah daerah tetap menjadi kebutuhan krusial demi keberlanjutan pembinaan atlet ke depan.

Bagi dia, hal terpenting saat ini adalah pemerintah daerah mengetahui bahwa putra-putri Manggarai memiliki daya juang tinggi untuk bertanding dan mampu membuktikan prestasi di tingkat provinsi.

"Yang terpenting daerah tahu, ada putra Putri Manggarai yang mau berlaga di tingkat provinsi dan mereka berhasil," ujarnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar ke depan ada perhatian serta penghargaan yang lebih nyata bagi para atlet berprestasi, sebagaimana bentuk kepedulian yang ditunjukkan oleh daerah lain.

Agus juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan atlet melalui berbagai ajang kompetisi. Menurutnya, Kejuaraan Shoto-Kai Open tersebut menjadi bagian dari proses seleksi guna menjaring atlet-atlet karate terbaik Manggarai yang akan dipersiapkan menghadapi turnamen tingkat nasional maupun ajang Pra-PON mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....