Festival Sepak Bola Rakyat Buka Potensi Bakat Daerah

  • 13 Des 2025 14:19 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola sejak usia dini melalui kegiatan seperti Festival Sepak Bola Rakyat. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang strategis untuk menampilkan potensi-potensi anak muda di daerah yang selama ini belum tersorot, sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit unggul dari pelosok Tanah Air.

“Potensi di daerah itu sangat besar, hanya saja sering tidak terlihat. Dengan adanya Festival Sepak Bola Rakyat ini, saya berharap bisa muncul bibit-bibit dari pelosok yang ke depannya mampu membela Merah Putih,” kata Evan Dimas saat ditemui di sela-sela kegiatan pembinaan dan coaching clinic bersama anak-anak peserta, di Lapangan Sepak Bola Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/12/2025).

Ia juga menekankan bahwa sepak bola tidak hanya soal kemampuan teknik dan keterampilan bermain, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Ia menilai sepak bola seharusnya mengandung nilai kejujuran, sportivitas, kebersamaan, serta saling menghormati, baik kepada lawan, pelatih, maupun suporter.

“Ketika bertanding, jangan menganggap tim lain sebagai musuh, tetapi sebagai saudara,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya menyebut dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pembinaan. Peran pelatih, orang tua, pemerintah, hingga sistem pendidikan harus berjalan seiring. Menurut Evan, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada target menjadi pemain profesional, melainkan juga memastikan anak-anak tetap berkembang secara akademik dan sosial.

“Sepak bola dan pendidikan harus berjalan seimbang dan saling menguatkan,” ujar Evan.

Terkait fasilitas, Evan mengakui adanya perbedaan kualitas sarana antara daerah dan kota-kota besar. Namun ia menilai kondisi seadanya bukan penghalang untuk melahirkan pemain tangguh.

“Berlatih di medan yang tidak sempurna justru membentuk ketangguhan. Yang terpenting adalah proses dan komitmen orang-orang yang terlibat,” ungkapnya.

Dari pengamatannya, Evan melihat anak-anak di Nusa Tenggara Timur memiliki postur, fisik, serta karakter yang terbentuk oleh alam. Ia menilai hal tersebut sebagai modal besar yang perlu dikawal secara serius dan berkelanjutan.

“Bukan berarti anak dari desa tidak bisa menjadi pemain profesional atau membela Timnas. Semua kembali pada kesempatan,” ucapnya.

Evan berharap kegiatan pembinaan dan seleksi seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar bakat-bakat di daerah semakin terpantau. Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak, termasuk media, dalam mendukung perkembangan mental dan karakter pemain muda.

“Ketika kelak mereka menjadi pemain Tim Nasional, mereka harus siap secara teknik, mental, dan karakter. Itulah kunci agar sepak bola Indonesia terus berkembang,” ungkap Evan Dimas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....