PSSI NTT Resmikan Statuta Baru serta Agenda Kompetisi

  • 30 Nov 2025 12:45 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Kongres Biasa Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur menetapkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari pencabutan statuta lama hingga penetapan tuan rumah berbagai kompetisi resmi untuk periode 2026 hingga 2027. Hal itu disampaikan Sekretaris PSSI NTT, Abdul Muis, usai kongres.

Menurutnya, kongres menyetujui pencabutan Statuta Asprov PSSI NTT tahun 2022 karena PSSI telah memiliki statuta nasional terbaru. Dengan demikian, mulai malam ini Statuta PSSI tahun 2025 resmi diberlakukan secara menyeluruh di NTT.

“Karena kita sudah memiliki Statuta PSSI terbaru nasional, maka statuta tahun 2022 dicabut. Mulai malam ini, kita mengesahkan penggunaan Statuta PSSI 2025,” kata Abdul Muis, usai Kongres Biasa Asprov PSSI di Labuan Bajo, Sabtu (29/11/2025).

Kongres juga menyepakati jadwal dan tuan rumah berbagai kompetisi PSSI di NTT untuk dua tahun ke depan, termasuk Liga 4, Suratin Cup, Piala Pertiwi, hingga Beach Soccer. Untuk tahun 2026, tuan rumah event ditetapkan sebagai berikut, Liga 4 di Flores Timur. Soeratin U-17 di Ngada. Soeratin U-13 & U-15 di Kota Kupang. Piala Pertiwi di Kabupaten Sikka. Beach Soccer di Manggarai Barat.

Khusus cabang Beach Soccer, PSSI NTT tengah menggagas International Beach Soccer yang akan diikuti tim dari luar negeri. Manggarai Barat diproyeksikan menjadi pusat sport tourism yang menggabungkan sepak bola pantai dan pariwisata.

“Kami sudah berdiskusi dengan Bupati, Ketua PSSI, dan Sekretaris PSSI Pusat. Event beach soccer dan event lainnya kita fokuskan di Manggarai Barat sebagai sport tourism,” ujarnya.

Adapun untuk tahun 2027, kongres menetapkan calon tuan rumah awal sebagai berikut, Liga 4 di Kabupaten Malaka. Soeratin U-17 di Kabupaten Sikka. Soeratin U-13 & U-15 di Kota Kupang. Piala Pertiwi di Kota Kupang. Beach Soccer, sementara ditetapkan di Kota Kupang sambil menunggu koordinasi lanjutan.

Kongres juga menegaskan bahwa sesuai Statuta PSSI, keputusan tertinggi ada di PSSI Provinsi. Jika terdapat pelanggaran organisasi pada level kabupaten/kota, Asprov berwenang menentukan langkah, termasuk pergantian ketua.

Kendati demikian, Asprov menegaskan tidak akan mengambil langkah subjektif. “Kita mengedepankan koordinasi kekeluargaan. PSSI kabupaten/kota dan klub adalah keluarga besar PSSI NTT. Kita bersinergi dalam bingkai kebersamaan,” ujarnya.

Salah satu usulan menarik dalam kongres adalah dorongan agar Kongres Biasa PSSI Pusat tahun 2026 digelar di Manggarai Barat, direncanakan sekitar Mei hingga Juni.

Format yang diusulkan yaitu pertandingan ekshibisi atau laga timnas pada sore hari sebelum kongres berlangsung malam harinya. PSSI NTT kini menunggu arahan dari federasi pusat.

PSSI NTT juga meminta dukungan pemerintah Manggarai Barat agar percepatan pembangunan stadion berstandar nasional hingga internasional dapat segera direalisasikan. Sekjen PSSI sebelumnya membuka ruang koordinasi antara PUPR, Kemenpora, dan PSSI Pusat untuk mewujudkan rencana tersebut.

Abdul Muis memastikan seluruh keputusan teknis pertandingan akan dibahas lebih lanjut pada Kongres Biasa PSSI NTT tahun 2026, dengan lokasi yang masih akan ditentukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....