NTT Buktikan Kesiapan Gelar Ajang Balap Sepeda Dunia
- 21 Sep 2025 17:35 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa ajang balap sepeda internasional Tour de Entete 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi NTT, sukses memperlihatkan kemampuan Indonesia Timur, khususnya NTT, dalam menyelenggarakan event berskala dunia.
“Kami terus melihat bagaimana respons masyarakat dan diaspora NTT di luar daerah, maupun masyarakat Indonesia secara umum. Sampai dengan finis di etape ke-10 hari ini, respons publik sangat positif dan konsisten,” kata Gubernur, usai etape ajang balap Tour de Entete, berakhir di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (21/9/2025) sore.
Gubernur optimistis ke depan Tour de Entete bisa menjadi agenda tahunan yang penting, tidak hanya bagi sport tourism nasional tetapi juga internasional. Ia berharap keberadaan event ini menginspirasi sekolah, kampus, maupun pemerintah kabupaten untuk menggelar lomba balap sepeda sehingga melahirkan bibit-bibit atlet baru.
Dari sisi pendanaan, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi mengalokasikan Rp5 miliar, ditambah dukungan sponsor sebesar Rp5 miliar, serta sponsor sekitar Rp7 hingga Rp8 miliar lebih. “Secara keseluruhan, anggaran cukup untuk mendukung acara ini,” ujarnya.
Dampak positif langsung juga terlihat pada promosi pariwisata. Media sosial ramai menampilkan keindahan alam NTT yang mendapat sorotan para pebalap asing. Para pembalap juga mengakui keindahan alam NTT tidak ditemukan di tempat lain, bahkan di ajang internasional lainnya.
“Banyak dari mereka bahkan berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Hari ini, spot-spot wisata NTT muncul di berbagai platform digital. Itu bukti konkret pariwisata kita meledak dan akan menarik lebih banyak wisatawan datang,” ujarnya.
Tahun ini Tour de Entete diikuti oleh 13 negara. Pihaknya memastikan tahun depan masih akan tetap berlanjut dengan persiapan yang lebih baik, dan lebih meriah. Serta dengan menargetkan lebih banyak negara yang dapat berpartisipasi sebagai peserta.
“Tahun depan target kami meningkat menjadi belasan hingga 20 negara, apalagi tahun depan persiapan akan lebih panjang, tidak hanya dua bulan seperti kali ini. Dengan pengalaman tahun ini, kami optimistis bisa menghadirkan lebih banyak peserta internasional,” ungkapnya.
Ni Bu
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....