Minim Kompetisi, Atlet Basket NTT Terus Berjuang Tampil

  • 31 Jul 2025 18:05 WIB
  •  Ende

KBRN,Ende: Perjalanan tim Recis Bajawa di Kejurnas Basket U-18 memperlihatkan kesenjangan besar infrastruktur dan iklim kompetisi. Tim ini harus bertanding melawan tim-tim dari Jawa yang memiliki sistem pembinaan jauh lebih baik.

Rudy Wogo mengungkapkan bahwa perbedaan fasilitas latihan sangat memengaruhi performa para atlet dari NTT. Ia mencontohkan bahwa di Surabaya, para pemain terbiasa bermain di lapangan kayu standar.

“Sementara di Ngada, kami masih bermain di lapangan beton yang berisiko tinggi saat latihan,” kata Rudy. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat terhadap kondisi ini.

Tidak hanya infrastruktur, iklim kompetisi juga sangat timpang antara Jawa dan NTT. Rudy menyebut, tim dari Jawa bisa ikut turnamen hampir setiap dua bulan, sedangkan di NTT hanya setahun sekali.

“Kami hanya bisa ikut kompetisi DBL di Kupang dalam setahun,” ujar Rudy. Ia menegaskan bahwa minimnya jam terbang membuat tim dari NTT sulit berkembang secara teknik dan mental.

Kondisi gizi para atlet juga menjadi perhatian karena sangat berpengaruh terhadap postur dan daya tahan pemain. Menurut Rudy, banyak atlet dari daerah lain memiliki postur unggul karena asupan nutrisi cukup.

“Dengan kondisi ekonomi dan gizi yang belum merata, anak-anak di NTT masih tertinggal,” ucap Rudy. Ia mengingatkan bahwa kemajuan atletik juga ditentukan oleh kesejahteraan dan pendidikan dasar.

Rudy yang juga anggota DPRD Kabupaten Ngada menyatakan siap menyuarakan persoalan ini di tingkat kebijakan. Ia berharap pembinaan olahraga tidak lagi dianggap pelengkap, tetapi sebagai investasi masa depan.

“Olahraga bukan hiburan semata, tapi investasi membentuk generasi tangguh dan berkarakter,” kata Rudy. Ia optimistis perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....