Tak Ada Dermaga, Polisi Pindahkan Bantuan Gempa di tengah Laut ke Pasir Panjang
- 07 Sep 2026 15:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tidak adanya dermaga yang memadai membuat bantuan logistik yang dibawa kapal patroli Polri harus dipindahkan ke perahu nelayan dan perahu karet di tengah laut sebelum dibawa ke bibir pantai, Sabtu 5 September 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan tim gabungan Polri yang terdiri atas personel Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, serta Korpolairud Baharkam Mabes Polri. Sebanyak 23 personel dikerahkan dalam misi kemanusiaan tersebut.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengatakan jalur laut dipilih karena akses darat menuju Dusun Pasir Panjang sangat terbatas dan tidak dapat dilalui kendaraan.
“Pergeseran bantuan kami fokuskan ke wilayah pesisir Pasir Panjang, Desa Pontianak. Mengingat akses darat menuju lokasi sangat terbatas dan tidak bisa dilalui kendaraan, kami memanfaatkan armada perairan Polri agar bantuan kebutuhan dasar masyarakat dapat tiba secara cepat, aman, dan tepat sasaran,” ujar IPTU Leonardo dalam keterangannya, Minggu 6 September 2026 malam.
Tim berangkat dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo menggunakan Kapal Patroli (KP) Padar 3018 milik Ditpolairud Polda NTT dengan didampingi Rigid Inflatable Boat (RIB) 03. Perjalanan menuju perairan Pasir Panjang memakan waktu sekitar dua jam.
Setibanya di lokasi, kapal tidak dapat merapat langsung ke daratan karena belum tersedia fasilitas dermaga yang memadai. Bantuan kemudian dipindahkan secara bertahap dari kapal patroli ke perahu nelayan setempat dan armada RIB di tengah laut.
“Mengingat terbatasnya infrastruktur pelabuhan untuk penambatan kapal besar, pemindahan bantuan dari kapal patroli ke perahu nelayan setempat terpaksa kami lakukan langsung di tengah laut. Kerja sama dengan nelayan lokal sangat membantu kelancaran pemindahan logistik ini,” kata IPTU Leonardo.
Bantuan yang dibawa berupa 60 karung beras SPHP, 20 dus mi instan, lima dus biskuit Roma Malkist, satu bal selimut, satu bal handuk, dan 10 dus tisu kering.
Selain kebutuhan pangan dan sanitasi, bantuan juga berupa pakaian layak pakai, yakni 210 potong pakaian anak laki-laki, 130 potong daster dan pakaian wanita, serta 100 potong sarung dewasa.
Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan tokoh masyarakat Dusun Pasir Panjang untuk didistribusikan kepada keluarga terdampak gempa.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Jemma, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang masih mengalami kesulitan pascagempa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian bapak-bapak polisi yang bersedia datang jauh-jauh melalui jalur laut membawa bantuan ini,” ujar Jemma.
Polres Manggarai Barat memastikan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di wilayah tersebut akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan Kecamatan Boleng. Armada perairan juga disiagakan untuk mendukung distribusi bantuan apabila kembali dibutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....