Erupsi Anak Krakatau, 1.280 Penumpang di Bandara Komodo Terdampak
- 06 Sep 2026 16:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Sebanyak 10 penerbangan rute Labuan Bajo-Cengkareng dari dan menuju Bandara Komodo dibatalkan akibat dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu 06 September 2026.
Kepala Bandara Udara Komodo Labuan Bajo, Cepi Triono, mengatakan pembatalan terdiri atas lima penerbangan kedatangan atau arrival dan lima penerbangan keberangkatan atau departure.
“Untuk arrival yang canceled ada 514 penumpang, sedangkan departure ada 766 penumpang. Jadi totalnya 1.280 penumpang,” ujar Cepi.
Menurutnya, pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan setelah sebaran abu vulkanik berdampak terhadap sejumlah wilayah yang terhubung dengan rute utama penerbangan, khususnya kawasan Cengkareng.

Selain Cengkareng, sejumlah bandara di wilayah lain seperti Bandung dan Lampung juga terdampak sebaran debu vulkanik sehingga operasional penerbangan perlu disesuaikan.
Pihak Bandara Komodo telah berkoordinasi dengan maskapai yang melayani rute Cengkareng. Penerbangan sementara dihentikan sambil menunggu kepastian kondisi cuaca dan hasil pemantauan keselamatan ruang udara.
Cepi mengimbau penumpang terdampak untuk tetap tenang dan menghubungi kantor maskapai masing-masing yang berada di lantai basement Bandara Komodo. Maskapai akan memberikan informasi terkait penjadwalan ulang atau reschedule maupun opsi pengembalian biaya atau refund.
Hingga Minggu siang, penumpukan calon penumpang di Bandara Komodo belum terlihat signifikan. Menurut Cepi, kondisi tersebut karena penanganan penumpang telah dilakukan sejak pagi oleh pihak bandara bersama maskapai.
Terkait kemungkinan penerbangan kembali normal pada Senin 07 September 2026, pihak Bandara Komodo belum dapat memberikan kepastian.
“Kita belum bisa memastikan untuk besok karena masih menunggu monitoring arah angin dari BMKG dan asesmen keselamatan ruang udara,” katanya.
Bandara Komodo juga terus memantau informasi resmi BMKG terkait perkembangan sebaran abu vulkanik serta ASHTAM atau Ash Notice to Airmen sebagai informasi penting mengenai kondisi abu vulkanik yang dapat memengaruhi jalur penerbangan.

Cepi menegaskan keputusan terkait pengalihan rute maupun pembukaan kembali penerbangan tetap mempertimbangkan hasil asesmen keselamatan dan kebijakan masing-masing maskapai.
Pihak Bandara Komodo bersama maskapai akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan hingga kondisi ruang udara dinyatakan aman untuk kembali mendukung operasional penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....