Kapolres Manggarai Barat Kirim Bantuan Logistik ke Warga Nggilat lewat Jalur Laut

  • 05 Sep 2026 09:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Polres Manggarai Barat menyalurkan bantuan logistik kepada 234 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 2 September 2026.

Bantuan tersebut dikirim melalui jalur laut karena akses darat menuju Desa Nggilat masih sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk mengangkut bantuan, Satpolairud Polres Manggarai Barat menyewa perahu motor atau ketinting milik warga.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai keterbatasan pasokan kebutuhan pokok warga Nggilat melalui media sosial.

“Kami memantau langsung kondisi dan keluhan masyarakat pesisir yang tersampaikan lewat media sosial. Begitu menerima informasi mengenai kesulitan pasokan logistik warga di Desa Nggilat, kami langsung bergerak menyiapkan dan mengirimkan bantuan pangan serta kebutuhan sanitasi dasar,” ujarnya, Rabu 2 September 2026.

Bantuan diberangkatkan dari Aula Mako Polres Manggarai Barat sekitar pukul 16.00 WITA menggunakan kendaraan pikap menuju Pantai Ketentang, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Sekitar pukul 17.30 WITA, bantuan kemudian dimuat ke perahu ketinting untuk dibawa menuju Desa Nggilat.

Logistik yang disalurkan terdiri dari 135 karung beras kemasan lima kilogram, 22 dos paket sembako, 20 dos mi instan, 10 dos biskuit Kelapa Hijau, lima dos biskuit Roma, dan 10 dos air mineral. Bantuan lainnya berupa 10 dos susu bayi, tiga dos popok bayi, 11 dos pembalut wanita, 10 dos tisu wajah, lima dos tisu kering, empat dos tisu basah, serta 540 lembar selimut.

Lebih lanjut, AKBP Christian mengatakan, bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk kelompok rentan seperti bayi, perempuan, dan lansia.

Sementara itu, Kepala Desa Nggilat, Elias Firdaus Jani mengatakan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena akses darat menuju wilayahnya masih sulit.

“Bantuan ini sangat berarti bagi 234 KK di desa kami yang saat ini berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Akses darat yang sulit membuat kami sangat bergantung pada jalur laut,” kata Elias.

Dirinya juga memastikan, bantuan yang diterima pemerintah desa akan segera disalurkan kepada seluruh warga terdampak secara transparan dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....